background img

ANGGARAN BESAR, KASUS COVID-19 TETAP NAIK

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Ratusan miliar rupiah anggaran yang di refocusing untuk membiayai penanganan Covid-19 ternyata tidak memberikan dampak pengendalian penyebaran Covid-19.

Setelah sempat melandai, hingga memasuki Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kesembilan, ternyata kasus Covid-19 terus meningkat.

Di tahun 2020, total anggaran yang direfocusing untuk penanganan Covid-19 tercatat mencapai Rp 150 miliar dan di tahun 2021, total anggaran yang telah disetujui mencapai Rp 61 miliar.

“Kalau mau dikatakan beberapa kebijakan yang sudah dibuat oleh pemerintah kota dalam penanganan Covid-19 ini tidak berbanding lurus dengan tingkat penurunan jumlah kasus, tidak sebanding dengan anggaran yang sudah dikeluarkan,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Sabaruddin Panrecalle kepada wartawan, Jumat (2/7).

Ia menilai bahwa upaya yang dilakukan dengan meningkatkan tindakan pengetatan dan pengetesan, justru berdampak pada peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Semakin gencar kita melakukan vaksinasi, makin gencar melakukan tes dan jumlah kasusnya juga menjadi semakin banyak. Seberapapun anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah tapi kalau masyarakatnya tidak disiplin dia memang seperti itu,” ujarnya.

Justru kegiatan pengetatan yang dilakukan berdampak pada roda ekonomi. Padahal seharusnya upaya pencegahan yang dilakukan tetap berjalan tanpa berdampak pada roda ekonomi.

“Kalau kita melakukan pengetatan lagi otomatis roda ekonomi tidak berjalan, kami berharap roda ekonomi tetap berjalan. Padahal banyak anggaran yang dialokasikan pro kepada rakyat (infrastruktur) habis terkikis karena Covid-19 semua,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut Sabaruddin, kalau mau mengurangi angka Covid-19, yang perlu dilakukan adalah dengan mengurangi pelaksanaan tesnya dan fokus pada upaya penerapan protokol kesehatan.

“Kurangi saja pelaksanaan tesnya, cuekin saja Covid-19 nya, kita hanya berfokus pada penerapan protokol kesehatan, karena ketika bicara kebijakan Covid-19 sedikit-sedikit yang dibahas adalah persoalan anggaran. Sedangkan tidak ada jaminan Covid-19 itu akan berakhir di bulan sekian, tahun sekian. Kalau bicara pelaksana PPKM saat ini kita sudah melaksanakan PPKM kesembilan, kasusnya tetap naik, nah ini mau sampai kapan,” pungkasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *