background img

ANGGARAN APD PILKADA CAIR 10 MILIAR

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan menyiapkan dana mencapai Rp14 miliar untuk penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas Pilkada.

“Untuk penyediaan APD, sudah cair dalam dua tahap. Pertama sudah cair Rp1,7 miliar dan kemarin cair lagi sekitar Rp10 miliar lebih, totalnya ada sekitar Rp14 miliar,” kata Sekretaris KPU Kota Balikpapan Sabrani yang akrab disapa Alek ketika diwawancarai wartawan, Kamis (8/10).

Menurutnya, sesuai dengan pengajuan anggaran tambahan yang pernah diajukan oleh KPU Kota Balikpapan kepada Pemerintah Kota Balikpapan, dibutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk mendukung pelaksanaan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19.

Usulan itu kemudian diteruskan oleh Pemerintah Kota Balikpapan kepada Kementerian Dalam Negeri.

Sebesar Rp1,7 miliar, anggaran tambahan dari Kementerian Dalam Negeri telah dicairkan pada tahapan awal pelaksanaan Pilkada pada Juli 2020. Dan sisanya, sebesar Rp10 miliar lebih kembali dicairkan pada Oktober ini.

“Anggaran protokol kesehatan yang kemarin, kita sudah menerima 2 tahapan pencairan dana bantuan dari Pemerintah Pusat yang pertama Rp1,7 miliar dan yang kedua kemarin sudah dicairkan sekitar Rp10 miliar lebih, totalnya itu sampai 14 miliar yang sudah dicairkan oleh Pemerintah Pusat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, seluruh anggaran tambahan yang dicairkan akan dipergunakan untuk membiayai pengadaan alat pelindung diri kepada sekitar 13.500 petugas Pilkada yang ada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Semua anggaran yang dialokasikan tersebut akan dipergunakan untuk membiayai pengadaan alat pelindung diri kepada sekitar 13.500 petugas Pilkada yang akan dilibatkan pada proses pemungutan suara pada 9 Desember 2020 mendatang, termasuk dengan petugas Linmas-nya, kami berikan masker, jam tangan dan face sheild,” terangnya.

Dalam pelaksanaan tahapan pemungutan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, untuk memenuhi persyaratan protokol kesehatan, setiap TPS yang akan dipergunakan akan disemprot terlebih dahulu menggunakan desinfektan sehari sebelumnya, kemudian akan dilakukan penyemprotan kembali setelah tahapan pemungutan suara selesai dilaksanakan.

Selain itu, pihaknya juga sedang mengkaji rencana untuk menyediakan masker bagi masyarakat yang tidak membawa masker ke TPS. “Kita masih tunggu PKPU-nya, tentang penyediaan masker di TPS, bagaimana kalau kita adakan, jadi yang tidak bawa masker nanti kita kasih masker,” terangnya.

(MAULANA/KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *