background img

ANCAMAN RESESI, BALIKPAPAN DIUNTUNGKAN DENGAN IKN

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan sejumlah langkah dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi pada tahun 2023 mendatang.

“Kita berencana akan menggunakan dana tidak terduga untuk mengurangi ongkos angkut dan memberikan subsidi kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud ketika diwawancarai wartawan di Balai Kota Balikpapan, Kamis (27/10).

Menurut Rahmad, bahwa pemerintah menyebut jika kondisi ekonomi nasional masih bertahan, dan pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui sejumlah subsidi dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat luas.

“Kita tidak perlu khawatir, jika resesi global terjadi. Karena negara kita ini kan, negara agraris, artinya sepanjang kita mau, tumbuhan dan tanaman yang ditanam pasti akan tumbuh. Sehingga itulah yang harus kita manfaatkan, sebab Indonesia memiliki banyak tanah yang subur dan lautan yang berlimpah dengan aneka ragam ikan,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika terjadi resesi global, pastinya bukan Indonesia saja. Namun hampir semua dunia akan terdampak. Tapi ia yakin, bahwa Indonesia akan bisa mengatasi resesi global tersebut. Salah satunya dengan mendorong sektor pertanian.

“Kota Balikpapan sendiri. Memiliki lokasi sangat strategis sebagai wilayah industri dan juga sebagai daerah perdagangan. Posisi Kota Balikpapan masih diuntungkan, karena dikelilingi oleh daerah-daerah yang memiliki potensi hasil alam yang sangat berlimpah. Seperti Sulawesi Selatan dan Barat,” terangnya.

Dia menyampaikan, artinya kalau masalah sembako tidak perlu khawatir, karena Balikpapan merupakan daerah konsumen, sedangkan wilayah yang ada di sekitar Kota Balikpapan merupakan daerah produsen.

Selain itu, Kota Balikpapan juga nantinya akan menjadi gerbang Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, otomatis akan banyak pendatang ke Kota Balikpapan.

“Tidak memungkiri jika inflasi di Kota Balikpapan saat ini di atas rata-rata nasional, karena kenaikan harga BBM. Saya yakin semua daerah di Indonesia juga mengalami hal yang sama. Apalagi komoditas dan bahan-bahan pokok kita datangkan dari luar daerah. Sehingga dibutuhkan kerjasama yang insentif dengan daerah-daerah penghasil,” pungkasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published.