background img

AKTIVITAS SEKOLAH MASIH DIPERTIMBANGKAN

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan masih mempertimbangkan untuk mulai membuka kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah di tengah pandemi Covid-19.

Pertimbangan itu menyusul dengan penurunan jumlah kasus Covid-19, yang telah menurunkan posisi Kota Balikpapan ke zona orange.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan mengatakan, meski sudah terbebas dari zona merah, pihaknya saat ini masih menunggu perkembangan kasus Covid-19 selama sepekan ini untuk menentukan sejumlah kebijakan relaksasi yang akan diterapkan.

“Kita pelajari dulu. Kan ini baru berapa hari kita masuk pada jurang orange, kita lihat ini apakah bisa bertahan atau bisa terus berkembang baik menuju zona hijau, selama sepekan ini,” katanya ketika diwawancarai wartawan di kantornya, baru-baru ini.

Ia menyampaikan, pihaknya belum bisa mengeluarkan kebijakan untuk melakukan relaksasi atau kelonggaran, karena masih menunggu hasil evaluasi terhadap perkembangan kasus Covid-19 selama sepekan ke depan.

Termasuk dalam memberikan kesempatan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah di masa pandemi.

Menurutnya, ada beberapa pertimbangan yang akan menjadi bahan evaluasi untuk mengizinkan kembali adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Tim Gugus Tugas Covid-19 akan melakukan pendataan kembali terhadap perkembangan Covid-19 di masing-masing wilayah yang ada di setiap kecamatan.

“Untuk kemungkinan memberikan izin kepada sejumlah sekolah melakukan kegiatan pendidikan kembali, kita masih mempelajari di antaranya penyebaran kasus. Wilayah mana saja yang bisa kita berikan izin untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah, termasuk kecamatan mana yang paling rendah jumlah kasusnya atau penurunan kasusnya,” urainya.

Namun masih ada beberapa pertimbangan lagi, di antaranya menyangkut kondisi keamanan tenaga pengajar dan siswa yang datang sekolah. Jadi walaupun wilayah sekolahnya sudah bukan zona merah, namun potensi penyebaran bisa terjadi ketika tenaga pengajar atau siswanya bertempat tinggal di zona merah.

“Tapi juga ada pertimbangan misalnya sekolahnya itu berada di zona yang kasusnya sudah menurun, tapi guru yang mengajar di situ mungkin berasal dari zona merah, nah ini yang menjadi pertimbangan kita,” tambahnya.

(MAULANA/KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *