background img

7 SEKOLAH BATAL SIMULASI

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan membatalkan rencana pelaksanaan simulasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada tujuh sekolah.

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti hasil temuan adanya tenaga pendidikan yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, pihaknya telah memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan simulasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di 7 sekolah karena ada temuan tenaga pendidikan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tujuh sekolah itu, menurut Muhaimin, terdiri dari 5 sekolah dasar dan 2 sekolah menengah pertama. Total sekolah yang melaksanakan simulasi tercatat mencapai 77 sekolah negeri dan swasta baik tingkat SD maupun SMP.

Proses simulasi dibagi dalam dua tahap yakni tanggal 14 dan 15 Desember 2020 untuk tingkat SMP. Sedangkan tanggal 16 dan 17 Desember 2020 diperuntukkan bagi tingkat SD.

“Jadi kalau ada kita temukan gurunya yang hasilnya positif, SOP-nya kita tunda pelaksanaan simulasinya di sekolah tersebut,” kata Muhaimin ketika diwawancarai usai meninjau pelaksanaan simulasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di SDN 006 Balikpapan Tengah, Rabu (16/12).

Muhaimin menjelaskan, meski ditemukan adanya guru yang terkonfirmasi positif dan harus dilakukan penundaan pelaksanaan simulasi di sekolah, pihaknya masih menunggu hasil evaluasi yang dilakukan untuk menentukan tindak lanjut pelaksanaan pembukaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah pada tanggal 11 Januari 2021 mendatang.

Termasuk keputusan dari dari tim Satuan Gugus Tugas bernama Dinas Kesehatan terkait kelayakan izin pembukaan sekolah di Kota Balikpapan sambil mempertimbangkan tingkat penyebaran Covid-19.

“Nanti akan dikoordinasikan oleh Pak Walikota terkait rencana pembukaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah, apakah akan tetap menunjukkan secara muka atau nanti akan dilaksanakan secara daring.

Kita akan melakukan monitoring terhadap penyebaran Covid-19 di sekolah setiap hari sebagai bahan evaluasi terkait rencana pembukaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah,” pungkasnya.

(MAULANA/ KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *