background img

7 ANAK BALIKPAPAN KONSUMSI NARKOBA

5 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Peredaran narkoba di Kota Balikpapan perlu mendapat perhatian serius. Sebab penggunannya bukan lagi dari kalangan dewasa saja, namun telah menjalar hingga ke anak-anak di bawah umur.

Berdasarkan data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, sepanjang tahun 2020 ini sedikitnya ada tujuh anak usia di bawah umur di Kota Balikpapan yang mengonsumsi narkoba.

“Untuk BNN Kota Balikpapan di tahun 2020 ini sudah menangani tujuh orang anak di bawah umur. Dari tujuh itu yang paling termuda usia 12 tahun. Kurang lebih kelas lima SD,” kata Kasi Rehabilitasi BNN Kota Balikpapan Henny Damayanti saat diwawancarai, Selasa (22/12) kemarin.

Tujuh orang anak tersebut, lanjut Henny, rata-rata penggunaannya narkotika jenis sabu-sabu. “Ada juga inhalan, tapi dominasi sabu. Jadi tahun ini mendominasi anak-anak sabu,” ujarnya.

Untuk penanganan, apabila ketergantungannya berat, maka dilakukan rehabilitasi rawat inap. Dan pada tahun 2020 ini pun terdapat dua anak yang harus menjalani rawat inap.

“Dari tujuh itu ada dua anak yang kami kirim ke balai rehabilitasi Tanah Merah Kota Samarinda untuk rawat inap. Selebihnya rawat jalan, termasuk anak usia 12 tahun itu,” ungkap Henny.

Program rawat inap sendiri berbeda dengan orang dewasa yang biasanya sampai enam bulan. Untuk anak-anak hanya dua sampai tiga bulan.

“Programnya juga mengikuti kegiatan harian. Tapi kalau dia sekolah nanti akan ada program untuk ilmu pengetahuan juga,” tuturnya.

Ditanya perkembangan pada setiap tahunnya, wanita berjilbab itu menyebut jika terjadi penurunan. Tahun ini sebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Iya lebih sedikit. Mungkin karena pandemi Covid-19. Anak-anak belajarnya sistem online, jadi jarang main keluar, lebih banyak di rumah,” ucapnya.

Soal penyebab hingga anak-anak nekat mengonsumsi barang haram tersebut, Henny menuturkan jika yang paling rentan adalah faktor lingkungan.

“Sebenarnya bermacam-macam, tapi lebih banyak faktor lingkungan. Pertemanan mereka itu dengan orang dewasa bukan seumurannya. Jadi awalnya coba-coba, setelah itu belajar untuk membeli karena sudah tahu tempat dan jalurnya,” tandas Henny.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *