background img

DPRD MINTA DISPENDA NAIKAN TARGET PAD 2021

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar Rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Dispenda Kota Balikpapan, Selasa (28/7). Ada pun yang dibahas terkait rencana target pendapatan 2021.

“Tadi kita rapat dengan banggar DPRD Kota Balikpapan terkait dengan rencana target pendapatan 2021,” kata Plt Kepala Dispenda Balikpapan Haemusri Umar usai pertemuan.
Dikatakan, dari hasil presentasi rencana kegiatan pendapatan 2021 dengan tim banggar DPRD Balikpapan yang dipimpin Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, gambaran awal target PAD berubah

“DPRD minta dari PAD dari 606 miliar menjadi 656 miliar. Ada kenaikan 50 miliar,” ujarnya.
Kenaikan itu karena rencana pembangunan infrastruktur tahun 2021 yang difokuskan untuk pembangunan sekolah baru, penanganan banjir, serta pemulihan ekonomi.

“Kita sudah rapat koordinasi dengan Komisi ll dengan target PAD 442 Miliar untuk 2021. Tapi dari Banggar DPRD ada rencana untuk pembangunan sekolah, perbaikan infrastruktur pasca banjir, sehingga meminta kepada Dinas Pendapatan untuk bisa menaikan target pendapatan 2021,” tuturnya.

Hanya saja, dari hasil kalkulasi Dispenda berdasarkan sebelum dan setelah masa Covid-19, pihaknya hanya mampu memberi tambahan sekitar Rp 15 hingga Rp 20 miliar.
“Jadi sekitar 626 miliar. Karena masa pandemi Covid-19 ini kita belum tahu sampai kapan berakhir,” ungkapnya.
Namun, pihaknya tetap optimistis. Mengingat fase new normal sudah digalakan Indonesia.

“Dengan harapan agar PAD bisa digenjot sampai level maksimal. Dan saat ini, kami sedang melakukan konsolidasi secara internal dengan OPD terkait, supaya bagaimana bisa meningkatkan PAD,” ucapnya.

Ditanya soal realisasi penerimaan PAD hingga saat ini, Haemusri menyebut jika dari periode Januari sampai Juli 2020, baru sekitar Rp 200 miliar dari yang seharusnya. Jika tanpa pandemi sudah bisa mendapat sekitar Rp 260 miliar.

“Jadi kita ada kekurangan Rp 60 miliar pengaruh pandemi. Sedangkan target murni PAD tahun 2020 Rp 715 miliar, kemudian berubah setelah dilakukan refocusing anggaran untuk percepatan penanganan Covid-19 menjadi Rp 389 miliar,” tandasnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *