background img

3 PENCURI KABEL BEBAS

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – SL, FI, dan AD bernapas lega. Ketiga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) itu bebas dari jeratan hukum setelah mendapat restorative justice atau keadilan restoratif.

Aksi kejahatan yang dilakukan para pelaku terjadi pada pada 25 Maret 2021 lalu. Saat itu, mereka menggasak kabel milik salah satu provider di Jalan Letjen Suprapto, Baru Ulu, Balikpapan Barat (Babar).

Usai beraksi ketiganya meninggalkan lokasi, sementara Unit Opsnal Jatanras Polda Kaltim langsung melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan dari korban (PT Telkom).
Tak butuh waktu lama, pada hari yang sama sekira pukul 02.30 Wita dini hari para pelaku berhasil dibekuk tanpa perlawanan.
Bersama barang bukti dua buah linggis, dua cangkul, satu buah kabel Telkom ukuran besar warna hitam, satu buah kabel Telkom ukuran sedang warna hitam, dan satu bundel kabel kecil.
Usai diamankan, para pelaku bersama barang bukti digiring ke Mapolda Kaltim. Petugas juga melakukan komunikasi dengan korban. Hasilnya, korban memilih untuk tidak melanjutkan kasus tersebut. Mereka justru berdamai dan memaafkan para pelaku.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kaltim AKBP Agus Puryadi mengatakan, mengacu pada keputusan serta permintaan dari korban maka perkara tersebut dilakukan restorative justice.
“Korban dalam hal ini PT Telkom sudah menerima atas kejadian ini. Kemudian para tersangka juga bertanggungjawab atas kerusakan jalan akibat galian yang mereka lakukan. Maka perkara ini kita lakukan restorative justice,” kata AKBP Agus saat pers rilis, Kamis (8/4).
Upaya restorative justice ini, lanjut AKBP Agus, murni keputusan antara pihak korban dan pelaku.
“Kalau ditanya apakah prosesnya dimintai uang, silahkan tanya kepada tersangka. Kami sama sekali tidak mengerahkan untuk mengeluarkan uang. Kalau ada penyelesaian, itu adalah antara pelapor dan terlapor,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Manajer Logistik Telkom Balikpapan Wahyu menuturkan jika pihaknya mengambil langkah restorative justice dengan beberapa pertimbangan. Salah satunya, para tersangka merupakan kepala keluarga.
“Pertimbangannya adalah, dari tersangka ini ada yang kepala keluarga, kemudian ada juga yang coba-coba. Sehingga dari pertimbangan itu kami memilih langkah restorative justice,” ungkapnya.
AD salah satu pelaku mengucapkan terimakasih kepada pihak korban yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk bebas dari jeratan hukum. Ia pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Terimakasih pak, saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan ini,” ucap pria yang memiliki dua anak tersebut.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *