background img

297 PKL PANDANSARI DIRELOKASI KE PARKIRAN

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sebanyak 297 PKL (Pedagang Kaki Lima) direlokasi ke halaman parkir Pasar Pandansari, Kamis (15/7).

Mereka yang direlokasi merupakan PKL yang biasa berjualan di sekitar ruas jalan di Pasar Pandansari, yang semula akan direlokasi ke lantai 3 Gedung Pasar. Namun karena sepinya pembeli membuat mereka kembali berjualan di ruas jalan, sehingga pemerintah kota memberikan solusi mereka berjualan di lahan parkir Gedung Pasar Pandansari.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Arzaedi Rachman mengatakan, kebijakan relokasi para PKL ini ke lahan parkir bersifat sementara sambil menunggu pemerintah kota menyediakan lokasi yang layak.

“Yang kita lakukan ini sifatnya hanya sementara, karena pemerintah tidak mungkin membiarkan mereka berjualan yang notabennya tempatnya tidak layak,” kata Arzaedi di sela-sela kegiatan penertiban di kawasan Pasar Pandansari.

Menurut Arzaedi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa koordinator PKL untuk mendata jumlah pedagang yang akan diakomodir di lapak yang sediakan oleh Dinas Perdagangan. Sehingga tidak ada lagi, PKL yang berjualan di luar bangunan pasar.

Setelah dilakukan pendataan, tercatat ada sebanyak 297 PKL yang akan direlokasi ke lapak sementara di halaman parkir Bangunan Pasar Pandansari.

Jumlah tersebut ternyata melebihi dari jumlah lapak yang disediakan, karena setelah dilakukan penandaan hanya ada 242 lapak yang tersedia dengan ukuran masing-masing 1,5 x 2 meter. Ada 55 PKL yang belum mendapatkan lapak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan para pedagang untuk mendata apa jenis perdagangan mereka yang akan mereka jual, tapi hingga kemarin belum ada data yang masuk,” terangnya.
Untuk mencukupi kekurangan tersebut, pihaknya terpaksa menggabungkan beberapa lapak khusus untuk PKL yang berjualan ayam, tempe dan kecambah. 2 lapak digabungkan menjadi 3 lapak ukuran 1×2 meter.

Ini bukan atas nama Dinas Perdagangan tapi ini dilakukan atas nama pemerintah kota. Dan pemerintah kota sudah sepakat bahwa tidak ada lagi pedagang yang di fasum dan fasos, semua sudah semangat untuk berdagang di dalam pasar. Dan kami dari Dinas Perdagangan sudah melakukan pendataan dari beberapa minggu yang lalu terkait jumlah yang pedagang akan berjualan disini,” jelasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *