background img

RUMAH IBADAH JANGAN JADI TEMPAT KAMPANYE

4 years ago written by

BALIKPAPAN – Seluruh elemen masyarakat Kota Balikpapan mendeklarasikan 8 sikap menyambut Pilgub Kaltim yang akan dilaksanakan 27 Juni mendatang. Kesepakatan tersebut merupakan rangkaian acara doa bersama yang digelar di halaman Mapolres Balikpapan, Kamis (15/2) sore.

Perwakilan elemen masyarakat yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh adat, akademisi, ormas, dan instansi Pemerintahan Pemkot Balikpapan bersama-sama mengucapkan delapan sikap. Pertama, menolak segala bentuk kampanye yang mengatasnamakan untuk mendiskriditkan agama lain maupun kelompok lain yang tidak sepaham atau berbeda pilihan.

Kedua, menolak segala bentuk politisasi tempat ibadah keagamaan dijadikan sebagai sarana kampanye yang dapat memecah belah persatuan umat.

Berikutnya, seluruh perwakilan tersebut meminta kepada seluruh elemen masyarakat Kota Balikpapan untuk menjadikan pelaksanaan Pilgub Kaltim 2018 sebagai sarana demokrasi yang membawa kemaslahatan umat.

Keempat, mengajak seluruh stakeholder untuk menjaga netralitas dalam berkampanye sebagai pendidikan demokrasi yang baik dan mencerdaskan umat.

Selanjutnya yang kelima, menolak black campaign, negative campaign, money politic serta isu SARA yang dapat mencederai nilai-nilai demokrasi.

Keenam, menolak paham radikal yang menyusup ke semua lini masyarakat yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketujuh, siap menjaga keutuhan dan memperkokoh NKRI dari segala bentuk rongrongan dan ancaman ideologi negara baik dari internal maupun eksternal. Terakhir, para perwakilan elemen masyarakat itu menyatakan siap berkomitmen dan menjaga kerukunan dan persatuan untuk menciptakan Balikpapan yang aman dan kondusif.

“Ini sangat baik. Kan tempat ibadah iti tempat bersatunya umat, sebaiknya itu jadi tempat yang netral, wilayah yang teduh. Supaya tempat ibadah tidak terkontaminasi. Karena riskan kalau rumah ibadah menjadi tempat kampanye. Tentu saja para calon bisa datang ke tempat ibadah, hanya jangan sampai dijadikan arena kampanye,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menanggapi isi deklarasi poin pertama dan kedua.

Untuk diketahui, deklarasi tersebut merupakan rangkaian doa bersama yang digagas Polres Balikpapan dalam rangka menciptakan suasana kondusif kota pada momentum pilgub saat ini. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *