background img

2021 MASIH PENUH KETIDAKPASTIAN

4 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Memasuki awal tahun 2021, kondisi perekonomian Indonesia masih dibayangi oleh ketidakpastian. Pandemi Covid-19 yang sudah terjadi sejak awal 2020 lalu, masih berlanjut hingga tahun 2021. Kondisi pertumbuhan perekonomian Indonesia pun masih melambat akibat perkembangan virus Corona yang masih tinggi di sejumlah daerah.

Sejumlah pemerintah daerah kembali melakukan pengetatan sosial seiring dengan penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang meningkat tajam sejak Desember 2020 lalu.

Situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat dalam menentukan investasi di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang belum teratasi.

Ryan Filbert, Praktisi dan Inspirator Investasi Indonesia serta Penulis Puluhan Buku Best Seller Nasional mengatakan, di tengah ketidakpastian ini masyarakat diminta tetap untuk berinvestasi.

Menurutnya, investasi itu ada dua, yang pertama adalah investasi keuangan dan yang kedua adalah investasi pengetahuan.

“Di awal tahun ini kita harus menentukan goal yang akan kita capai terutama dalam menentukan investasi yang akan kita jalankan,” kata Ryan ketika menjadi narasumber di program Coffee Morning di Radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan yang dipandu Sherly Kezia, Rabu (6/1).

Lanjut Ryan, dalam menjalankan investasi, masyarakat harus monitoring secara ketat terhadap apa yang sudah kita lakukan, apakah sudah tercapai atau belum. Kalau belum tercapai, apa yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Termasuk mereview kegagalan yang terjadi pada tahun sebelumnya untuk dijadikan bahan evaluasi dalam mengubah cara untuk menjalankan sebuah usaha.

“Kalau kita tidak berteman dengan risiko dan mencari risiko yang rendah, maka apa yang kita dapatkan dari hal tersebut juga nilainya kecil,” urainya.

Ia menambahkan, kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan dalam berinvestasi dengan Undang-undang Cipta Kerja masyarakat didorong untuk bisa menciptakan peluang usaha. Tapi kondisi seperti ini tidak berlaku kepada orang-orang yang sudah punya tanggungan hidup, karena memang perhitungannya adalah ketika gagal taruhan hidupnya bukan hanya dirinya, tapi adalah keluarga yang menjadi tanggungan hidupnya.

(MAULANA KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *