background img

2 PENGEDAR SABU DICIDUK DI GUNUNG BUGIS

4 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Aktivitas jual-beli narkoba di wilayah Gunung Bugis, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat (Balbar) masih meresahkan. Pengungkapan pun terus dilakukan oleh jajaran Satresnarkoba Polresta Balikpapan.

Seperti yang terjadi pada Jumat, 8 Oktober 2021 lalu sekira pukul 16.30 Wita. Dua orang pengedar sabu kembali diciduk di wilayah tersebut, berinisial SE (33) dan CA (32). Keduanya terbukti memiliki narkotika jenis sabu-sabu.

Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan AKP Tasimun menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya transaksi narkotika di Komplek Perum Guru RT 24, Baru Ulu, Balikpapan Barat.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Opsnal Satresnarkoba menuju lokasi dan berhasil mengamankan dua tersangka SE dan CA di pinggir jalan,” kata Tasimun saat pers rilis, Senin (11/10) siang.

Dari tangan kedua pengedar tersebut, aparat mengamankan barang bukti sabu seberat 0,26 gram milik SE dan 0,64 gram milik CA. Barang haram tersebut diperoleh dari seorang yang disebut PO.

“Hasil interograsi bahwa kedua pelaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang yang biasa dipanggil PO, kini masuk DPO. Mereka transaksi di dalam rumah kosong daerah Gunung Bugis,” ujarnya.

Tim Opsnal selanjutnya menuju rumah kosong yang dimaksud di Jalan Sultan Hasanuddin RT 34, Baru Ulu, Balikpapan Barat. Saat tiba di TKP para pelaku yang menjual sabu tersebut langsung kabur dengan cara melompat dari loteng.

“Mereka kabur dari loteng dan anggota berusaha melakukan pengejaran tapi terkendala kondisi lokasi yang cukup terjal, sehingga tidak berhasil mengamankan para penjual itu,” ungkap Tasimun.

Namun pada saat petugas menunggu di TKP, datang tiga orang yang hendak membeli sabu berinisial UP (36), HE (38) dan AN (27). Saat diinterogasi, mereka mengaku jika selama ini membeli sabu di rumah kosong tersebut dengan menyerahkan uang kepada PO.

“Karena tidak ada barang bukti sabu, kami lakukan tes urine kepada tiga orang itu dan hasilnya positif. Sehingga ketiganya dilakukan rehabilitasi. Sementara untuk tersangka SE dan CA dijerat Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman penjara minimal enam tahun hingga 20 tahun,” ucapnya.

Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *