background img

2.708 GURU JALANI TES RAPID

5 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sebanyak 2.708 guru dari tingkat sekolah (SD) dasar hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Balikpapan menjalani rapid test Covid-19, Kamis (10/12).

Kegiatan ini merupakan langkah awal dari rencana Pemerintah Kota Balikpapan untuk membuka kembali kegiatan pembelajaran secara tatap muka pada awal tahun 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, sesuai rencana pembukaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di tengah pandemi Covid-19 dijadwalkan pada 11 Januari 2021 mendatang. Namun untuk merealisasikan rencana tersebut, ada sejumlah rekomendasi dari Satgas Covid-19 di Balikpapan yang harus dipenuhi oleh penyelenggara sekolah.

“Jadi hari ini kami RDP bersama Komisi IV yang membahas kesiapan pembelajaran tatap muka di sekolah. Langkah awal kita melaksanakan simulasi di 77 sekolah negeri dan swasta, baik tingkat SD maupun SMP,” kata Muhaimin kepada wartawan.

Lanjut Muhaimin, pelaksanaan rapid test terhadap guru, tenaga kependidikan dan petugas di sekolah untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait kondisi kesehatan dan kesiapan penyelenggara sekolah sebelum menggelar kegiatan sekolah pada Januari 2021 mendatang.

“Hari ini sebanyak 1.175 guru SD dan 1.533 guru SMP beserta tenaga kependidikan, penjaga sekolah dilakukan rapid test oleh Dinas Kesehatan sebagai langkah awal memastikan bahwa tenaga pendidik dalam kondisi baik-baik saja,” terangnya.

Menurut Muhaimin, sesuai jadwal pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 17 Desember mendatang. Untuk mencegah terjadi kerumunan masyarakat yang mengantarkan anaknya ke sekolah, proses simulasi dibagi dalam dua tahap yakni tanggal 14 dan 15 Desember 2020 untuk tingkap SMP. Sedangkan tanggal 16 dan 17 Desember 2020 diperuntukkan bagi tingkat SD.

“Nah mohon doanya semoga proses ini berjalan lancar sehingga saat simulasi pada tanggal 14 sampai 17 nanti itu berjalan dengan maksimal. Rencananya dibagi dua tahap, yakni 14 dan 15 untuk SMP. Tanggal 14 untuk tatap muka dan tanggal 15 untuk daring. Hal yang sama juga untuk tingkat SD di tanggal 16 dan 17,” lanjutnya.

Dari hasil simulasi tersebut, Muhaimin menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi ulang sebelum merealisasikan pembelajaran tatap muka pada 11 Januari 2021. Terutama mengenai kesiapan memenuhi enam syarat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada sekolah di daerah yang akan menggelar kegiatan pembelajaran secara tatap muka.

“Dari hasil simulasi itu kita akan bisa mengevaluasi untuk menuju ke tanggal 11 Januari. Apakah 6 syarat yang ditetapkan Kementerian Pendidikan itu di sekolah bisa diterapkan dengan baik. Kemudian tentang Gugus Tugas di sekolah dan kesiapan orang tua mempersiapkan anaknya. Kunci utamanya pada saat anak-anak berangkat dari rumah,” tambahnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *