background img

125 ASN TERIMA SATYALANCANA KARYA SETYA DARI PRESIDEN

8 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sebanyak 125 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

Penyematkan tanda kehormatan tersebut dilakukan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud di halaman kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Balikpapan, Selasa (24/1).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Balikpapan Purnomo menyampaikan bahwa penghargaan ini ditujukan bagi ASN yang memasuki masa kerja 10, 20 dan 30 tahun. Mereka adalah guru dan staf Disdik.

“Penghargaan ini dari negara kepada ASN kita di Kota Balikpapan,” ucapnya.

ASN yang menerima penghargaan adalah mereka yang sudah bekerja atau mengabdi sebagai tenaga pendidik. Rinciannya masa bakti di atas 30 tahun ada 90 orang, di atas 20 tahun 26 orang dan sembilan orang di atas 10 tahun.

“Ini sebetulnya penghargaan motivasi bagi teman-teman dari pengabdian selama ini, penghargaan itu berupa pin dan piagam. Termasuk saya dapat juga, massa kerja saya 33 tahun,” ungkapnya.

Rahmad Mas’ud mengatakan penghargaan luar biasa ini merupakan dedikasi yang luar biasa dalam rangka memajukan dunia pendidikan di Kota Balikpapan. “Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi ibu/bapak sekalian untuk bisa bekerja dan mengabdikan diri dengan lebih baik lagi,” tuturnya.

Dikatakannya, untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dan berkualitas, tentunya ini menjadi pekerjaan yang berat dan sangat dinamis mengikuti perkembangan zaman.

“Prinsipnya adalah bagaimana kita mampu beradaptasi terhadap perubahan di era disrupsi,” imbuhnya. Tahun ini, kata dia, pendidikan di Kota Balikpapan juga salah satu prioritas dengan program lainnya.

“Karena itu saya berharap program seragam gratis, subsidi SPP, dan pembangunan sekolah baru, hingga beberapa tahun ke depan dapat berjalan sesuai yang direncanakan,” harapannya.

Bahkan dirinya meminta kompetensi guru bisa dapat mendapatkan perhatian untuk terus ditingkatkan, karena ini merupakan faktor yang sangat penting.

“Paling tidak memiliki lima kompetensi dasar, yaitu kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, pengawasan, dan tentunya kompetensi sosial. Kelima itu adalah bekal untuk mengajar agar dapat mendidik dan mengarahkan siswa menjadi SDM mandiri, unggul, dan berdaya saing,” jelasnya.

(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *