background img

WASPADAI IJAZAH KESETARAAN PALSU

2 weeks ago written by

Foto : Ijazah kesetaraan palsu yang beredar di media sosial

KPFM BALIKPAPAN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap penawaran dan postingan di media sosial mengenai pendaftaran Ujian Kesetaraan Paket B dan Paket C. Baik itu dari perorangan maupun lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang diragukan kredibilitasnya.
Imbauan itu disampaikan Muhaimin melalui akun Facebook pribadinya benama Muhaimin Mpi, Selasa (5/11). Dalam pesannya, Muhaimin meminta masyarakat untuk waspada terhadap informasi pendaftaran ujian paket yang beredar di media sosial tersebut.
“Bapak/Ibu yang berbahagia, perkenankan saya mengimbau sekaligus memperingatkan agar hati-hati dan waspada terhadap penawaran dan postingan di media sosial mengenai pendaftaran Ujian Kesetaraan Paket B (SMP) dan Paket C (SMA), dari perorangan maupun lembaga PKBM yang diragukan kredibilitasnya,” tulis Muhaimin.
Orang nomor satu di lingkungan Disdikbud Balikpapan itu juga menegaskan, jika batas waktu pendaftaran ujian kesetaraan sudah ditutup sejak tanggal 31 Oktober 2019. Untuk Ujian Kesetaraan tahun 2020, saat ini tinggal menunggu Daftar Nominasi Tetap (DNT) dari Kemendikbud.
“Perlu kami sampaikan bahwa ujian kesetaraan batas waktu pendaftarannya sudah ditutup per tanggal 31 Oktober 2019. Untuk Ujian Kesetaraan tahun 2020, saat ini tinggal menunggu DNT dari Kemendikbud. Jadi kalau ada yang menawarkan untuk bisa mengikuti ujian sebaiknya hati-hati,” lanjut Muhaimin.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang membutuhkan informasi sebaiknya datang langsung ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan.
“Bilamana perlu bisa meminta informasi langsung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bidang PAUD Dikmas. Atau ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di masing-masing kecamatan se-Kota Balikpapan,” imbuhnya.
Dalam potingannya, Muhaimin juga melampirkan contoh Ijazah Paket Kesataraan palsu yang digunakan sebagai sarana promosi di media sosial oleh seorang oknum. “Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi terkait temuan ijazah palsu ini, Muhaimin mengaku jika dirinya sudah melihat postingan seorang oknum yang menawarkan jasa ujian paket kesetaraan tersebut.
“Temuan ijazah palsu itu memang benar. Ijazah Paket C. Jadi, tadi malam itu sekitar pukul 11.00 Wita sempat ada postingan dari seseorang. Tapi saya lupa screenshot. Saya baru terpikir mengkopi ijazahnya, belum sempat menscreenshoot statusnya itu. Nah pada saat saya mau lihat lagi postingan itu sudah hilang,” kata Muhaimin melalui sambungan seluler, Rabu (6/11).
Dalam postingan itu, oknum tersebut menawarkan kepada masyarakat yang ingin ikut ujian paket kesetaraan silahkan langsung mendaftar ke nomor yang tertera di status facebooknya.
“Kemudian ada promosi juga kalau dijamin kelulusannya untuk pangsa kerja di Balikpapan. Sudah bisa disalurkan yang Paket C. Tapi itu memang palsu. Karena di ijazahnya itu bukan tanda tangannya saya. Nama dan NIK-nya juga salah. Kemudian format ijazahnya beda dan tahunnya salah,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *