background img

WARGA ANTUSIAS RAPID TEST GRATIS

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sejumlah petugas kesehatan dari RS Tentara dr Harjanto dengan berseragam Alat Pelindung Diri (APD) lengkap mendatangi pasar Klandasan di jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota (Balkot), Rabu (20/5) pagi.

Kedatangan mereka untuk melakukan rapid test masal gratis kepada masyarakat kurang mampu. Dalam hal ini para pedagang pasar, pekerja harian serta masyarakat yang bekerja di jalanan.

Dari pantauan KPFM di lokasi, warga terlihat begitu antusias. Satu persatu mereka mengantre untuk mengikuti kegiatan rapit test yang diinisiasi oleh Dharma Pertiwi Daerah F tersebut.

“Pagi ini kita melakukan rapid test kepada masyarakat. Rapit test ini merupakan bantuan dari Dharma Pertiwi Pusat yang disalurkan kepada Dharma Pertiwi Daerah F,” kata Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa saat ditemui di lokasi.

Kegiatan tersebut, lanjut Putu Sujarnawa, serentak dilaksanakan di tiga titik. Yakni di pasar Klandasan, pasar Muara Rapak dan pasar Pandan Sari. “Masing-masing titik ada 80 orang yang di rapid test. Ada pun alat rapid yang di siapkan sebanyak 250,” ujarnya.

Warga yang diperiksa diutamakan masyarakat yang rentan, dalam artian yang usianya 50 tahun ke atas.
“Jadi, masyarakat yang memang tidak bisa melakukan rapid test secara mandiri, makanya kita bantu.

Seperti pedagang di pasar ini, termasuk pembersih pasar dan tukang parkir dan lainnya, yang memang harus kita bantu sehingga meringkan beban masyarakat. Kemudian kita juga tahu masyarakat ini dalam kondisi sehat,” ungkapnya.

Usai menjalani rapid test, masyarakat juga diberikan vitamin oleh Kesdam VI Mulawarman serta sembako dukungan dari Artha Graha melalui Kodim 0905 Balikpapan.

“Pada kesempatan ini masyarakat yang selesai rapit test itu diberikan bantuan vitamin dan sembako. Sehingga masyarakat yang terdampak ini bisa terbantu dan merasa tenang menghadapi bulan suci Ramadan,” ucapnya.

Untuk tindak lanjut dari rapid test tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi. Apa bila ditemukan yang reaktif, maka akan dilakukan Swap.

“Sore nanti diharapkan sudah ada hasilnya. Tindak lanjutnya kami ada kerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi. Jadi, apabila ada yang reaktif itu nanti akan ditindaklanjuti oleh Dinkes Provinsi untuk Swap. Kami sifatnya hanya screening,” tandasnya.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *