background img

USAHA CUCI MOBIL KINI KENA PAJAK

4 years ago written by

Balikpapan – Pemerintah kota Balikpapan terus mengupayakan berbagai cara untuk menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kini giliran pengusaha pencucian motor dan mobil di Balikpapan yang siap-siap merogoh kocek tambahan.

Pasalnya pemerintah melirik usaha ini sebagai salah satu sumber pendapatan pajak daerah. Dasarnya, ada ratusan jasa pencucian di Kota Minyak yang menggunakan bahan baku air tanah. Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Abdul Yajid ditemui KPFM Jumat (9/16) mengatakan, ketentuan tersebut akan diberlakukan setelah lahirnya Raperda Pajak Air Bawah Tanah Kota Balikpapan.

Menurutnya, ketentuan tersebut dalam waktu dekat akan dibahas dengan Pemerintah Kota Balikpapan dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dispenda. “Semua perusahaan, lembaga, atau usaha yang menggunakan air bawah tanah akan dikenakan pajak,” kata Yajid.

Meskipun begitu, terdapat kategorisasi pengecualian bagi lembaga atau perseorangan yang tidak dikenakan pajak, yaitu air bawah tanah yang diambil untuk kebutuhan dasar rumah tangga, pertanian, perikanan rakyat, panti asuhan, pesantren, dan lembaga pendidikan. Ia mengatakan, persentase tarif pajak hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan.

Pemberian tarif pajak air bawah tanah itu berdasarkan beberapa variabel, seperti kerusakan lingkungan, lokasi sumber air, volume air, dan tujuan penggunaan pengambilan air tersebut.
“Jika lokasi pengambilan air bawah tanah tersebut rentan menyebabkan kerusakan, maka pajaknya semakin tinggi. Jadi, tarifnya berbeda-beda,” jelasnya.

Sebelum disahkan menjadi Perda, Raperda tersebut akan dikonsultasikan dengan Menteri Keuangan untuk mendapatkan persetujuan. Dia berharap dalam waktu dekat Raperda tersebut bisa mulai diterapkan. Hal ini untuk menumbuhkan Pendapan Asli Daerah kota Balikpapan. (FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *