background img

UMK NAIK, PHK BUKAN JALAN KELUAR

4 years ago written by

Balikpapan – Kekhawatiran berbagai pihak bakal adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai multiefek naiknya UMK (Upah Minimum Kota) 2017 di tengah situasi ekonomi yang masih melemah saat ini, ditanggapi Kepala Disnakersos Balikpapan Tirta Dewi.

Walaupun belum ditetapkan oleh Gubernur, namun beberapa pihak menilai kenaikan UMK Balikpapan 2017 sebesar Rp2,4 juta diprediksi berdampak pada terjadinya pengurangan tenaga kerja oleh sejumlah perusahaan mikro, kecil, dan menengah.

Kenaikan UMK memang dianggap dilematis pada situasi ekonomi yang belum menggembirakan, namun Tirta Dewi menegaskan UMK yang disahkan nanti menjadi kewajiban yang harus dijalankan semua perusahaan. Apabila kenyataannya kelak berdampak PHK, Tirta justru mempertanyakan manajemen perusahaan tersebut. Pasalnya, menurutnya, kenaikan UMK adalah isu setiap tahun. Seharusnya perusahaan sudah bisa memprediksi serta melakukan penyesuaian biaya. “Jika perusahaan melakukan pemecatan dengan alasan tak mampu bayar karyawan, maka perlu dipertanyakan manajemennya,” ujar Tirta kepada KPFM baru-baru ini.

Menurutnya, bila kenaikan UMK jadi beban di saat performa perusahaan tidak tumbuh, maka harus bisa menyesuaikan dengan melakukan efisiensi. “Bukan malah mempehaka,” kata Tirta.
Dia menyebut banyak cara melakukan efisiensi. Seperti memotong waktu kerja. Bila sebelumnya ada lembur, maka jam itu ditiadakan. “Efisiensi juga dapat dilakukan pada biaya lain, seperti listrik, air dan telefon. Atau bisa juga tak melakukan perekrutan baru untuk mengurangi biaya bulanan. Itu caranya, jadi PHK bukanlah jalan keluar,” ujar Tirta.

Demikian laporan
Ariyansah

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *