background img

TRANSAKSI DI WA, MUCIKARI DICIDUK

8 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Polresta Balikpapan mengamankan seorang mucikari berinisial RH (22) yang menawarkan Pekerja Seks Komersial (PSK) melalui WhatsApp (WA) untuk memenuhi nafsu pria hidung belang di wilayah Kota Balikpapan.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya uang tunai sebesar Rp 1.900.000 serta satu unit telepon genggam yang digunakan tersangka untuk bertransaksi.

“Ini kasus perdagangan manusia, tapi lebih terkenalnya kasus mucikari. Kita amankan seorang tersangka dan juga barang bukti berupa uang tunai dan telepon genggam,” kata Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi saat konfrensi pers perihal kasus tersebut, Selasa (21/1) sore.

Menurut Kompol Turmudi, mucikari tersebut ditangkap pada Minggu 19 Januari 2020 sekira pukul 21.00 Wita di salah satu Hotel di Kota Balikpapan. Sebelumnya, petugas terlebih dahulu mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi prostitusi online. Setelah mendapat informasi, petugas langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Setelah diselidiki, terungkaplah di salah satu hotel di wilayah Balikpapan. Mereka sedang transaksi. Kemudian kami tangkap pelaku beserta dengan barang bukti,” ujarnya.

Untuk pola transaksi, lanjut Kompol Turmudi, tersangka terlebih dahulu meminta uang muka atau DP. Setelah itu ketemu di salah satu tempat yang ditentukan. “Jadi DP dulu. Kemudian ketemu di satu tempat. Setelah itu baru bayar penuh dan langsung main,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, RH sudah menjalankan bisnis esek-esek itu sejak setahun lalu. Ia merupakan warga Jalan 21 Januari, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat (Balbar).

“Dia warga Balikpapan. Dan kami akan dalami terus kasusnya. Memang pelaku ini sering menawarkan beberapa wanita dan ada yang di bawah umur. Dalam kasus ini ada dua orang korbannya. Satu masih berusia 15 tahun dan satu lagi 25 tahun. Keduanya sementara akan jadi saksi,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, RH dijerat Pasal 9 UU nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Ancaman kurungan lima tahun dan denda paling sedikit Rp 40 juta. Paling banyak Rp 200 juta. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *