background img

TIM BERUANG HITAM CIDUK PENCURI HP

1 month ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Tim Beruang Hitam Sat Reskrim Polresta Balikpapan mengamankan seorang pria berinisial AR (25) pada 14 September 2020 lalu.

Pekerja serabutan tersebut harus berurusan dengan pihak berwajib setelah kedapatan mencuri tiga unit handphone di Jalan Antasari, Kelurahan Sumberejo, Balikpapan Tengah akhir Agustus 2020 lalu.

Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, Kompol Agus Arif Wijayanto menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari laporan terkait dengan adanya dugaan pencurian atas tiga unit handphone di salah satu rumah di Jalan Antasari, Kelurahan Sumberejo, Balikpapan Tengah.

Dari laporan tersebut, Tim Beruang Hitam Sat Reskrim Polresta Balikpapan melakukan penyelidikan. Hasilnya, pada 14 September 2020 tim berhasil menangkap salah seorang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pencurian tersebut.

“Laporan akhir Agustus 2020. Kemudian pelaku berinisial AR (25) diamankan tanpa perlawanan di kosannya di daerah PDAM tanggal 14 September 2020,” kata Kompol Agus saat pers rilis, Senin (21/9) siang.

Selain pelaku, diamankan juga barang bukti sebanyak tiga unit handphone. “Seluruh handphone itu berasal dari satu rumah,” ujar Kompol Agus.

Dalam aksinya, lanjut Kompol Agus, tersangka datang ke lokasi dengan menggunakan angkot sekira pukul 02.00 Wita. Kemudian berhenti di daerah Sumberejo dan selanjutnya berkeliling mencari rumah yang sepi atau bisa melancarkan aksinya.

“Setelah berkeliling, didapatlah satu rumah di Jalan Antasari. Pelaku mencongkil jendela menggunakan sebuah obeng. Setelah itu masuk ke dalam runah dan mengambil tiga unit handphone,” ungkap Kompol Agus.

Ia menambahkan, handphone hasil curian tersebut rencananya satu digunakan sendiri oleh pelaku. Kemudian dua lainnya sedang ditawarkan ke pembeli.

“Tapi masih kita dalami lagi. Termasuk mengembangkan apakah ada kemungkinan TKP lain. Kalau saat ini masih satu aksi saja,” ucapnya.

Kompol Agus juga membenarkan jika pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama. “Dari keterangan, pelaku pernah ditahan dengan kasus yang sama di Kota Samarinda,” tandasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 363 KUHP. Dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *