background img

Tes Doping, Urin Pebulutangkis Dikirim Qatar

4 years ago written by

Balikpapan – Doping sebelum berkompetisi diharamkan. Manajer Pengawasan Sampel Doping Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) Heru Purwanto di BSCC Dome Balikpapan malam tadi mengatakan, doping sangat dilarang untuk menambah kekuatan fisik dan daya tahan tubuh dalam suatu kompetisi, terutama yang bertaraf internasional karena dianggap tidak fair. Zat-zat yang dilarang oleh Badan Anti Doping Dunia tahun 2004 antara lain: Stimulants, Narcotic Analgesic, Cannabinoids, Anabolic Agents, dan Neuretic.

Dikatakan, tes doping ini atas perintah langsung Badminton World Federation (BWF) untuk mengambil sampel darah dan urin atlet bulutangkis yang berkompetisi di Yonex Sunrise Indonesian Master 2016.

Heru menambahkan, untuk tahun ini sampel akan dikirim ke laboratorium Qatar dengan alasan alat yang digunakan lebih baru dan canggih. Indonesia belum memiliki laboratorium yang terakreditasi oleh World Anti Doping Agency, karena belum bisa memenuhi syarat mengumpulkan 3.000 sampel per tahun. Indonesia sendiri masih sangat jarang melakukan tes anti doping pada setiap kejuaraan tingkat nasional.

Untuk mencegah dilakukannya doping dalam peningkatan prestasi, LADI mengadakan sosialisasi kepada induk organisasi olahraga KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) dan membuat ulasan di web WADA (World Anti Doping Agency) agar lebih mudah diakses. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *