background img

TERINDIKASI CORONA HARAM KE MASJID

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan mengharamkan orang yang terpapar virus Corona untuk mengikuti kegiatan ibadah di masjid.”Haram hukumnya bagi orang yang kena atau terindikasi Corona melaksanakan salat di masjid,” kata Sekretaris MUI Kota Balikpapan Muhammad Jailani ketika menghadiri kegiatan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat ibadah di Kota Balikpapan, Jumat (27/3).

Ia mengatakan, larangan kepada warga yang terpapar virus Corona untuk melaksanakan kegiatan ibadah di masjid disampaikan berdasarkan fatwa MUI yang telah mengharamkan kepada warga yang telah terpapar virus Corona, baik dengan status orang dalam pemantauan (ODP) hingga pasien dalam pengawasan (PDP) melaksanakan kegiatan ibadah.

Hal itu karena tindakan yang dilakukan dapat menimbulkan risiko tertular kepada warga lainnya yang sedang berada di dalam masjid.Ia meminta kepada para umat muslim yang sudah terindikasi mengalami gejala terjangkit virus Corona agar melakukan isolasi mandiri untuk mengurangi potensi penyebaran ke orang lain.

“Mereka (jamaah) harus mengisolasi diri, agar aman untuk diri sendiri atau orang lain,” terangnya.Jailani menjelaskan, dalam pertemuan yang dilaksanakan oleh MUI Kota Balikpapan dengan sejumlah pengurus masjid di Kota Balikpapan, pihaknya telah menyampaikan imbauan agar masjid atau musala yang ada di Kota Balikpapan dapat mengurangi kegiatan ibadah di masjid termasuk salat Jumat hingga salat lima waktu.

Dari 400 perwakilan pengurus masjid yang ada di Kota Balikpapan, sebagai besar dapat menerima kebijakan tersebut untuk mendukung upaya pemerintah untuk menekan penyebaran virus Corona, dengan meniadakan kegiatan yang melibatkan orang banyak atau menghindari kerumunan orang.

“Mulai Jumat ini, sebagai besar masjid sudah mengonfirmasi meniadakan salat Jumat. Mereka menerima dengan kebijakan yang disampaikan, setelah adanya fatwa MUI dan surat edaran Wali Kota,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya tidak dapat melakukan tindakan tegas kepada beberapa masjid yang masih melaksanakan kegiatan ibadah seperti biasa. Karena memang MUI hanya sebatas mengimbau, tidak ada sanksi yang diterapkan.

“Kalau bicara sanksi memang tidak ada, kalau pun ada masjid yang tetap melaksanakan salat Jumat dengan membuat insiatif mengatur jarak jamaah atau menyediakan tempat cuci tangan kami akan apresiasi, tapi memang lebih baiknya dihentikan, karena kan bisa digantikan ibadah lain,” jelasnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *