background img

TAUFIK PEDULI MASKER

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Mulia dan inspritatif. Dua kata ini pantas untuk seorang pemuda relawan bernama Taufik. Di saat masyarakat membutuhkan masker yang langka, pria berusia 26 tahun ini justru berjerih payah membuat ribuan masker yang akan dibagikan gratis ke masyarakat Balikpapan sebagai alat pelindung dari ancaman virus Corona.

Taufik Selasa pagi (24/3) hadir di studio KPFM 95.4 Mhz dalam program Sarapan Pagi yang dipandu dua penyiar Sherly dan Elin.“Gagasan ini dimulai dari sulitnya ditemukan masker di mana-mana. Baik di apotik, di supermarket atau pun pada penjual eceran yang harganya dua ribu per biji,” ujar pria humble yang hadir di studio didampingi rekannya Kerol.

Menurut Taufik, di tengah kegalauan hati karena membutuhkan masker, keluarga pun perlu masker, muncul inisiatif minta tolong pada kakak ipar untuk dibuatkan masker. “Kebetulan kakak ipar saya penjahit rumahan, beliau menyanggupi,” ujarnya.

Akhirnya, lanjutnya, setelah maskernya jadi lalu dibagikan pada keluarga. “Melihat kebutuhan masker yang sangat mendesak ini akhirnya saya gunakan tabungan saya untuk membuat masker ini lebih banyak lagi. Saya merasa inilah panggilan Tuhan untuk saya,” kata Taufik.

Dijelaskan, harga produksi satu masker Rp 4.950. Ini termasuk biaya tenaga penjahitnya.Taufik punya target untuk membuat lima belas ribu masker. “Kalau ditanya apakah mampu membuat 15 ribu masker di mana harga satuannya empat ribu sembilan ratus lima puluh rupiah, sementara penghasilan sehari-hari saya tidak banyak? Saya optimis, kalau kita mau membantu orang lain tentu Tuhan akan membantu kita juga,” jelas Taufik.

Masker ini terbuat dari kain, tapi bukan sembarang kain. Harga per meternya Rp 30 ribu. “Saya juga konsultasi dengan dokter Wahid Direktur Rumah Sakit Balikpapan Baru. Menurut beliau pakai masker kain itu lebih baik dari pada tidak pakai masker sama sekali. Meskipun tidak sebaik masker N95,” katanya.

Taufik menguraikan, masa terbaik memakai masker kain ini 6 jam. Setelah 6 jam langsung dicuci atau dijemur di bawah sinar matahari. Jadi masker kain ini sangat mungkin untuk digunakan berulang-ulang karena bisa dicuci.Taufik sehari-harinya adalah Direktur PT Kaka Indonesia Bahagia serta Ketua Yayasan Kelas Pengusaha Muda Balikpapan.

Mungkinkah upaya membagi 15 ribu masker gratis ini diperluas dan jumlah masker ditambah dengan melibatkan banyak pihak?

“Sangat mungkin. Makanya saya mengajak semua teman di Balikpapan yang mau donasi masker, mari dimulai dari empat ribu sembilan ratus lima puluh rupiah untuk satu masker. Kalau gak punya uang cuma punya kain, berikan ke kami. Atau kalau ada teman-teman yang punya bakat menjahit, nanti kita yang datang untuk minta dibuatkan masker,” ujarnya.

Bagaimana bila ada yang ingin membeli masker kain ini?

“Sebetulnya kami tidak menjual, jadi tukarkan atau bawa saja kain sendiri nanti kami yang buatkan maskernya. Kalau mau beli kain, tinggal bilang saja ke penjual kainnya mau beli kain untuk dibuat masker. Biasanya mereka sudah tahu.

Minimal harga permeternya dua puluh lima ribu sampai tiga puluh ribu rupiah. Satu meter kain bisa menjadi lima belas masker. Saya selalu brief ke team, kalau kita bantu banyak orang nanti kita juga akan dibantu banyak orang,” ujarnya yakin.

Informasi lengkap silahkan lihat di IG @taufiek_bpn atau WhatsApp 0852 – 70000599. Untuk pendistribusiannya lebih fokus untuk kalangan medis, para sales marketing yang aktivitasnya banyak di luar, para penjaga toko, para driver online, dan yang ada di mall atau yang kerjanya sebagai pramuniaga.

“Saya butuh support dari teman-teman untuk menginformasikan ke group WhatsApp atau merepost postingan saya tentang donasi masker ini,” pungkas Taufik. (SHERLY/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *