background img

Tanjakan Maut MT Haryono Makan Korban Lagi

5 years ago written by
TRAGEDI DI TANJAKAN: Perlu tiga jam mengeluarkan Zulkifli yang sudah tewas. Dia terjepit di dalam pikap yang tertimpa kontainer berisi batu bata ringan. Peristiwa kemarin (19/11) di Jalan MT Haryono, Balikpapan, membuat kemacetan belasan kilometer.
Pemandangan menyeramkan itu terpampang hampir tiga jam di Jalan MT Haryono Balikpapan, kemarin (19/11). Truk yang membawa kontainer berisi batu bata ringan tak kuat menanjak tak jauh dari diler Mazda. Menabrak pagar beton, kontainer bermuatan 28 ton itu terguling dan menimpa sebuah pikap.
Pukul 14.10 Wita, Zulkifli yang mengemudikan pikap Toyota Hilux KT 8574 LB, tergencet di dalam kabin. Warga Jalan Markoni Atas, RT 35, Balikpapan Selatan, itu tewas seketika. Namun, jenazahnya belum bisa dikeluarkan. Tubuhnya yang tak bernyawa hanya terduduk di depan kemudi mobil berkabin tunggal tersebut.
Tertimpa beban setara 21 minibus, bagian depan pikap tak berbentuk. Ruang mesin gepeng sementara atap hampir rata dengan lantai kabin. Darah pun berceceran. Petugas perlu tiga jam untuk mengeluarkan jenazah Zulkifli dengan bantuan alat berat.
Dari informasi yang dikumpulkan Kaltim Post, truk yang terguling itu memiliki 12 roda jenis Nissan Diesel 340 PS, bernomor polisi KT 8518 LK. Pada awalnya, truk berangkat dari pelabuhan peti kemas di Kilometer 13, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara.
Truk melaju ke arah Jalan Syarifuddin Yoes. Ketika memasuki Jalan MT Haryono yang dikenal dengan tanjakan-tanjakan maut, truk mulai bermasalah. Memasuki tanjakan kedua, truk terhenti tepat di tengah-tengah.
“Baru meluncur ke belakang,” ucap Rasyid, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Pria yang melihat kejadian itu mengemukakan, pikap yang dikemudikan Zulkifli tepat di belakang truk.
Setelah termundur, truk menabrak pagar dinding beton. Kontainer pun terguling dan menimpa pikap. Sebenarnya, Zulkifli hendak berusaha keluar. Namun tak sempat lagi. Menurut Rasyid, dia masih terikat sabuk pengaman. Belum melepaskan sabuk keselamatan, kontainer sudah menimpa. “Padahal, dia hampir bisa keluar,” ucap Rasyid.
Truk terbalik ke kanan dan menutup seluruh ruas jalan. Warga sekitar dan pengendara di lokasi kejadian tak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan korban. Posisi kontainer tepat di atap pikap. Jalur tersebut ditutup total. Pengendara yang sudah telanjur melintas, diminta berbalik arah menuju simpang tiga Pasar Buton, sekitar 500 meter dari titik kejadian.
Adapun sopir truk, sudah ditahan. Kepolisian belum ingin memublikasikan identitasnya. “Nanti saja, masih pemeriksaan,” kata Kasatlantas Polres Balikpapan, AKP Eko Budiyanto.

KERAHKAN ALAT BERAT

Satu jam setelah insiden, petugas gabungan Polres Balikpapan dan Dishub mengerahkan kendaraan dan alat berat. Lima trailer, tiga di antaranya dilengkapi crane dan satu ekskavator jenis PK 15500.
Namun, upaya menarik pikap agar bebas dari kontainer tak berhasil. Korban tetap tergencet. Teknik pun diubah karena diduga kontainer berisi material yang begitu berat. Benar, ketika diperiksa, kotak besar berukuran 20 kaki itu penuh dengan batu bata ringan. Menurut perhitungan Kaltim Post, sedikitnya kontainer membawa 3.120 batu bata dengan bobot total 28 ton. Itu setara dengan 21 minibus yang memiliki berat kosong 1.300 kilogram (perhitungan detail, lihat infografis).
Petugas lantas mengeluarkan beton persegi panjang itu. Kontainer diikat dengan rantai kemudian ditarik crane. Truk yang lain di belakang truk menarik pikap dan mengangkatnya. Eksavator kebagian tugas mengangkat bodi truk dari depan. Usaha berhasil. Zulkifli yang mengenakan kemeja abu-abu kotak akhirnya bisa dikeluarkan. Karyawan perusahaan di bidang konstruksi itu sudah tak bernyawa. Jasad pria perantauan Padang, Sumatra Barat, tersebut dibawa ke ruang Mortuary RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, sekitar 600 meter dari lokasi kecelakaan.
(kaltimpost.co.id)
Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *