background img

TAKSI KONVENSIONAL MULAI RESAH

4 years ago written by

Balipapan – Para pebisnis taksi konvensional yang ada di Balikpapan tampaknya mulai resah. Mereka merasa terancam dengan kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi yang semakin naik daun. Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) kota Balikpapan bersama sejumlah pengusaha taksi mengadakan pertemuaan di Kafe Nyiurku kompleks Banua Patra, Jumat (21/10).

Pertemuan membahas dan mencari solusi terkait taksi online yang terus menggerus pendapatan para pelaku usaha taksi konvensional. Ketua Organda Balikpapan Mubar di sela-sela pertemuan tersebut mengatakan, kehadiran taksi online sangat meresahkan para pebisnis taksi konvensional. Apalagi secara operasional telah menyalahi aturan. “Harusnya taksi punya badan hukum, uji kelaikan jalan, izin operasi, izin usaha, argo dan logo. Ini yang tidak dipunyai taksi online,” tegasnya.

Tidak hanya itu, taksi online juga membuat tarif seenaknya. Tidak sesuai aturan yang ditelah ditetapkan. Misalnya, dari Gunung Pipa biasanya tarif Rp 90 ribu, tapi kalau taksi online lebih murah hanya Rp 40 ribu. “Dia buat tarif seenaknya. Lebih murah, jadinya penumpang beralih ke taksi online,” ungkapnya.

Mubar juga mengatakan, kehadiran taksi berbasis aplikasi ini tidak dilarang. Asalkan semua administrasi harus dilengkapi, seperti izin operasionalnya. Menindaklanjuti hal ini, Organda Balikpapan bersama beberapa perwakilan pengusaha taksi akan melakukan pertemuan dengan Walikota Balikpapan Senin nanti (24/10).  Sementara kehadiran layanan taksi online ini diakui turut membantu masyarakat. “Kita semakin dimudahkan dengan taksi online. Di samping tarif lebih murah, layanannya juga lebih cepat,” ujar Teguh warga Gunung Bahagia.

demikian laporan
fredy janu
reporter kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *