background img

TAK WAJIB BELI SERAGAM DI SEKOLAH

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Orang tua siswa baru baik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak boleh dipaksa membeli seragam di sekolah. Sebab, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menegaskan melarang akan hal tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Muhaimin kepada awak media, Senin (15/7). Ia menegaskan, tidak ada kewajiban bagi orangtua siswa baru untuk membeli seragam di sekolah. Kebijakan ini sudah diberlakukan sejak 2016 lalu.

“Orang tua diperbolehkan membeli seragam di luar sekolah, kecuali atribut khusus yang tidak dijual di luar sekolah seperti seragam batik dan olahraga, serta atribut lokasi sekolah. Kalau seragam merah-putih, biru-putih, ataupun putih-putih, tidak ada kewajiban membeli di sekolah,” katanya.

Meski begitu, Muhaimin juga tidak melarang sekolah untuk menjual seragam di koperasi sekolah. Namun, sifatnya tidak mengikat hanya mengantisipasi bila ada siswa yang mau beli di sekolah. “Sekolah juga diperbolehkan menjual seragam itu, hanya sifatnya yang memaksa tidak dibolehkan,” ujarnya.

Muhaimin menambahkan, dalam menentukan harga seragam sekolah serta peralatan yang diperjualbelikan di sekolah, Disdikbud melibatkan seluruh elemen sekolah untuk membahasnya. Di tingkat SMP pihaknya melibatkan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di tingkat Sekolah Dasar.

“Ini dilakukan agar untuk membuat harga seragam yang diperjualbelikan di sekolah menjadi sama dan tidak memberatkan orang tua siswa,” ungkapnya.

Sekolah, lanjut pria berkacamata itu, juga dilarang menjual seragam secara paket dengan harga total. Sekolah harus menjual seragam secara satuan, sehingga harga yang diterapkan dapat dipantau berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. “Sekolah tidak boleh memberi totalan semua yang harus dibayar. Orangtua memiliki kebebasan untuk memilih membeli seragam di mana,” ucapnya.

Selain seragam sekolah, Disdikbud juga telah membuat edaran ke setiap sekolah untuk menjual batik khas Balikpapan. Batik khas Balikpapan akan dijadikan seragam batik siswa yang akan dipakai setiap hari Kamis.

“Untuk batik ada dua, yaitu batik sekolah dan batik Kota Balikpapan. Selain itu, juga ada seragam olahraga dan beberapa atribut seperti topi, badge, maupun dasi. Untuk harga atribut tersebut juga sudah harus sesuai verifikasi Disdikbud,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *