background img

Tak Penuhi Standar, Sekolah Swasta Ditutup

4 years ago written by

Balikpapan – Pemerintah hingga kini masih menunggu informasi dari seluruh sekolah swasta di Balikpapan atas hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilaksanakan masing-masing sekolah, apakah memenuhi standardisasi rombel (rombongan belajar) atau tidak. Bila tak memenuhi standar, kemungkinan terburuk adalah pencabutan operasional sekolah swasta tersebut.
Muhaimin, Kepala Dinas Pendidikan Balikpapan siang tadi mengatakan, hasil dari PPDB itu akan didiskusikan dengan Badan Musyawarah Pendidikan Swasta (BMPS) pada awal September 2016 nanti. Setelah itu, pemerintah baru bisa memutuskan apakah sekolah swasta tersebut disarankan untuk bergabung dengan sekolah lain atau dialihkan ke sekolah negeri, atau juga diberi kesempatan 1 tahun untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan tenaga pendidiknya.

Jika dalam jangka waktu 1 tahun itu tidak bisa memenuhi standar rombel yang sudah ditetapkan pada PPDB 2015/2016, maka pemerintah akan menangguhkan perpanjangan izin operasionalnya. Sebagaimana ketentuan Kementerian Pendidikan Nasional tentang jumlah rombel, untuk SD/MI tidak lebih dari 32 siswa dan untuk SMP/MTS/SMA/SMK tidak lebih dari 36 siswa. Tentang hal itu Muhaimin mengatakan, untuk Balikpapan sendiri jumlah siswa setiap rombelnya masih mencapai 40 siswa. Hal ini dikarenakan karena selisih yang jauh antara jumlah kelulusan dengan jumlah daya tampung yang tidak berbanding lurus. Sedangkan ketentuan dari Kemendiknas tentang jumlah rombel tidak lebih dari 36 siswa bertujuan agar proses belajar mengajar berjalan lancar. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *