background img

TAK PANIK, DATA PEMKOT BALIKPAPAN MASIH AMAN

4 years ago written by

Balikpapan – Munculnya serangan virus Malware ke komputer di 99 negara seluruh dunia yang terjadi Jumat (12/5) lalu, sangat mengejutkan banyak pihak termasuk Indonesia. Pasalnya, serangan siber ini menyebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting). Namun kepanikan dan ketakutan tersebut tidak menimpa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Ini diungkapkan Kepala Bidang E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan Adamin Siregar saat diwawancarai KPFM Senin (15/5).

Dia mengatakan, terkait dengan Ransomware yang beredar secara luas sudah terpublikasi baik oleh Kementerian Kominfo RI, media online, media cetak maupun media sosial, sehingga pengguna Windows individu atau masing-masing pegawai di lingkungan Pemkot Balikpapan pada umumnya sudah melakukan antisipasi, minimal melakukan backup data di masing-masing komputer. Untuk selanjutnya melakukan Windows update dan security patch. Untuk komputer server yang menggunakan Windows, secara terjadwal sudah disetting Windows Update. Sedangkan komputer server yang menggunakan Linux, untuk kasus ini bisa dikatakan masih aman. “Jadi sampai saat ini layanan yang menggunakan sistem komputer di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan masih berjalan normal dan aman,” ujarnya.

Penggunaan koneksi internet untuk hari ini, lanjut Adamin, lingkungan Pemkot Balikpapan tetap mengaktifkannya untuk bisa mengakses aplikasi atau website. Mengingat hampir sebagian besar instansi memutuskan untuk menghentikan sambungan internet demi keamanan database. Hal tersebut dikarenakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) selalu rajin memback-up data hampir setiap hari. “Semisal backup data keuangan dilakukan tiga kali dalam sehari, backup data website 1 kali dalam sehari dan backup data-data lainnya dilakukan setiap hari oleh masing-masing SKPD,” tambahnya.

Adamin mengimbau kepada seluruh masyarakat Balikpapan, meskipun penyerangan bisa mengenai siapa saja, masyarakat tidak perlu terlalu panik. Tetap antisipasi dengan membuat cadangan data, install dan aktifkan antivirus, serta hati-hati terhadap email yang mencurigakan. Selain itu masyarakat bisa mengaktifkan Firewall dan hati-hati dalam mengakses website yang memberikan tawaran yang menarik. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *