background img

TAK DITANGGUNG BPJS, GAGAL DAPAT KAKI PALSU

4 years ago written by

Balikpapan – Sungguh nahas nasib Muhammad Nur Rizky. Balita yang akrab dipanggil Mamat ternyata hanya mampu memendam harapannya untuk bisa berjalan dan bermain seperti anak seusianya. Keberangkatannya ke Rumah Sakit Ortopedi Solo, Jawa Tengah, akhir bulan lalu untuk memasang kaki dan tangan palsu ternyata berbuah nihil.

Anggota Batmen (Balikpapan Tolong Menolong) yang mendampingi Mamat ke Solo, Ayu Wulandari saat diwawancarai KPFM Jumat (11/11) mengatakan, ternyata tangan kaki palsu tidak ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Yang ditanggung hanya telapak palsu. Itu diketahui setelah salah satu profesor ahli ortopedi memeriksa bentuk kaki dan tangan Mamat.

Ayu juga bercerita bagaimana proses panjang yang harus dilalui untuk bisa bertemu dengan profesor ahlinya. “Hari pertama harus bertemu dengan dokter umum khusus ortopedi. Terus besoknya bertemu dokter spesialis, kami antre dari jam lima pagi, dan sudah mendapat antrean yang ke 185. Jadi sekitar jam sembilan baru bisa bertemu dokter spesialis. Kemudian untuk bertemu profesor ahli, kami harus menunggu dua jam lagi,” jelas Ayu.

Profesor ahli menyarankan agar dilakukan operasi pemanjangan pada kaki Mamat, yaitu dengan ditanam 8 besi dan 4 ring yang berbentuk seperti cakram motor, dan harus diputar untuk memanjangkan tulang sekitar 0,3 mm setiap 6 jam sekali. Jadi sehari hanya memanjang sekitar 1 mm. Itu pun membutuhkan waktu 5 bulan.  Dia memperkirakan dana yang diperlukan untuk proses pengobatan Mamat selanjutnya sekitar Rp30 jutaan.

Seperti diketahui, Mamat dirawat di Panti Asuhan Ummi, Km 5, jalan Soekarno Hatta Balikpapan. Sejak kelahirannya ia ditinggal pergi ibu kandungnya Nurhayati entah kemana. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *