background img

TAHAPAN PILKADA TERANCAM MACET

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Balikpapan tahun 2020 mendatang terancam macet. Sebabnya, pencairan anggaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terkait bantuan dana hibah belum juga ada kejelasan.

Padahal berdasarkan Permendagri Nomor 54 tahun 2019 tentang mekanisme pencairan dana Pilkada, seharusnya dana untuk pelaksanaan Pilkada dicairkan 14 hari setelah dilakukan penandatanganan NPHD yang dilaksanakan pada 19 September 2019 lalu.

“Seharusnya pada saat launching kemarin sudah cair, karena sudah 14 hari. Tapi sekarang belum ada kejelasan. Ini tentu mempengaruhi tahapan Pilkada yang sudah diagendakan,” kata Sekretaris KPU Kota Balikpapan Sabrani kepada KPFM, Jumat (11/10).

Menurut Sabrani, sesuai jadwal seharusnya KPU Balikpapan telah memulai tahapan persiapan penjaringan calon kepala daerah untuk calon dari jalur independen pada bulan Oktober ini.

“Minggu depan, harusnya sudah ada tahapan sosialisasi untuk calon independen. Sehingga dananya seharusnya sudah dicairkan. Kalau tidak, tahapan ini tidak jalan,” ujarnya.

Selain ancaman itu, KPU Kota Balikpapan juga saat ini tengah berhutang sekitar Rp 900 juta akibat belum dicairkannya anggaran tersebut. Utang itu muncul saat pelaksanaan launching Pilkada 2020 pada 9 Oktober lalu di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome Balikpapan. “Launching belum dibayar. Harapannya dana hibah dari pemerintah kota segera cair,” ungkapnya.

Persoalan ini, lanjut Sabrani akan segera dikomunikasikan dengan Pemerintah Kota Balikpapan untuk memastikan pencairan dana hibah Pilkada tersebut. “Kalau sampai ada yang tertunda, semua tahapan yang direncanakan bakal ikut kacau,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *