background img

SUDAH 8 MENINGGAL AKIBAT DBD

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Minyak cenderung mengalami penurunan. Namun demikian, jumlah korban yang meninggal dunia akibat DBD mengalami peningkatan. Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Suheriyono saat ditemui awak media, Selasa (25/6).

Pria berkacamata itu menyebut, hingga minggu ke-24 ini kematian akibat BDB di Kota Balikpapan bertambah menjadi delapan orang. Terbaru adalah seorang pelajar warga Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara (Balut).

“Delapan korban ini rata-rata masih berusia balita. Untuk kasus yang terakhir merupakan pelajar putri sekolah dasar. Usianya 11 tahun,” kata Suheriyono.

Berdasarkan laporan, lanjut Suheriyono, pelajar ini meninggal lantaran terlambat dibawa orang tua ke sarana kesehatan, karena anaknya masih aktif bermain, namun suhu badannya panas. “Kasusnya seminggu yang lalu, laporannya dari RSKD, tidak dibawa ke Puskesemas,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendali Penyakit (P2P) DKK Balikpapan, dr Esther Vonny K MMR juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebut jika korban sudah mengalami demam selama tujuh hari di rumah, namun orang tua terlambat membawa ke sarana kesehatan. “Dibawa ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo, namun setelah dua hari dirawat, lalu meninggal,” ujarnya.

Berkaitan dengan kasus ini, wanita berkacamata itu menyarankan kepada seluruh orang tua agar segera membawa buah hatinya ke layanan kesehatan terdekat jika terkena demam. Jangan menganggap demam itu biasa, sehingga terlambat dibawa ke rumah sakit.

“Terkadang masyarakat itu menganggap demam itu biasa, sehingga terlambat pergi ke rumah sakit. Padahal di Balikpapan ini sarana kesehatan sudah lengkap, apalagi di dekat rumah pasti ada. Jadi respon dari orang tua harus cepat,” ungkapnya.

Di samping itu, di setiap rumah juga harus memiliki jumantik sendiri. Tugasnya adalah untuk memeriksa setiap hari bak mandi, apakah ada jentiknya atau tidak. “Jangan sampai menunggu kader untuk memeriksa. Marilah kita menjaga kebersihan tempat tinggal dan lingkungan sendiri,” imbuhnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *