background img

STOP! PENDATANG KE BALIKPAPAN HARUS JELAS

3 years ago written by

Balikpapan – Sebanyak 113 penumpang KM Lambelu yang bersandar di Pelabuhan Semayang terjaring razia yustisi yang digelar Satpol PP Kota Balikpapan, Kamis (6/7). Saat turun dari kapal penumpang dari Baubau, Makassar, dan Parepare tujuan Balikpapan itu langsung diperiksa petugas.

Kepala Satpol PP Balikpapan Freddy Pasaribu yang memimpin langsung operasi tersebut mengatakan, kartu identitas para pendatang yang terjaring razia itu langsung ditahan. “Kami tahan identitasnya, karena bukan warga Balikpapan. Kemudian kami kasih tanda bukti penahanan. Nanti kalau ada penjaminnya baru kami kembalikan kartunya. Sejauh ini kami juga telah menahan 6 identitas penjamin sebagai bukti. Mereka nanti harus melaporkan ke RT setempat. Jika tidak memenuhi kewajibannya, maka kita kenakan tipiring dan harus ikut sidang,” jelas Freddy yang ditemui KPFM usai razia.

Menurut Freddy, operasi penertiban tersebut perlu dilakukan untuk menyaring setiap pendatang yang masuk ke Balikpapan. Sehingga, mereka yang masuk ke wilayah Kota Minyak mempunyai tujuan yang jelas.

“Biasanya kan para pemudik yang kembali ke Balikpapan membawa keluarganya. Membawa keluarga itu sah-sah saja, hanya saja kita perlu antisipasi kejelasan dokumen ataupun identitasnya. Siapapun yang masuk ke Balikpapan distop, tujuannya harus jelas. Dokumen dan identitasnya juga harus jelas,” tuturnya.

Razia yang dilaksanakan di pelabuhan itu, kata Freddy, merupakan langkah awal untuk menyeleksi setiap pendatang ke Balikpapan yang tak memiliki tujuan, termasuk dokumen maupun identitas yang jelas. “Kami mencoba dari pintu masuknya dulu. Nanti kan teman-teman atau pihak kelurahan maupun kecamatan akan mengecek atau melakukan hal sama di lokasinya masing-masing,” pungkasnya. (ARIYANSYAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *