background img

STABIL: BANJIR TAK BUTUH MAAF

4 years ago written by

Balikpapan – Menanggapi postingan Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud di akun instagramnya @rrahmad_masud tentang permintaan maaf atas masalah banjir yang melanda sejumlah kawasan, Selasa (1/11), dikritik pedas oleh Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat terpadu, yakni Sentra Program Pemberdayaan dan Kemitraan Lingkungan (Stabil).

Program Officer LSM Stabil Heri Sunaryo dalam wawancaranya dengan KPFM via telepon Selasa sore mengatakan, kasus banjir yang sudah menjadi masalah klasik sejak bertahun-tahun lalu ini tidak cukup jika hanya dengan permintaan maaf di media sosial. “Banjir tak butuh maaf,” ujarnya. Menurutnya, evaluasi dan solusi yang dijanjikan sejak dulu hampir bisa dikatakan tidak membuahkan hasil. Terbukti dengan daerah titik banjir yang masih itu-itu saja.

Heri menegaskan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tahun 2013 hingga sekarang habis hanya untuk anggaran pengendalian banjir, tetapi hasilnya nihil. Pemerintah, menurut pandangannya, hanya mendahulukan perbaikan pada hilir, seperti program drainase salah satunya. Sedangkan masalah perbaikan hulu seperti penyelamatan Sungai Wain yang menjadi penyangga satu-satunya justru terabaikan. Selain itu, pelebaran Kawasan Industri Kariangau (KIK) yang semakin meluas dari 2.100 hektare di tahun 2011 menjadi 5.100 hektare di tahun 2016 seolah tidak melihat bagaimana dampak ekologi hutan.

Untuk wilayah hutan kota yang sudah banyak menjadi bangunan-bangunan tinggi juga menjadi salah satu penyebab banjir. “Tidak ada gerakan hebat dan solusi yang tepat dari pemerintah kota,” tegas Heri. Rencananya, LSM Stabil akan membuat kajian tentang bagaimana cara penyelamatan hutan Wain. Jangan sampai ada penambangan batu bara atau kegiatan lain yang bisa merusak hutan Wain. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *