background img

SPN YANG TERBAKAR BANGUNAN SUDAH TUA

3 years ago written by

Balikpapan – Kebakaran yang terjadi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltim, jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Selasa (6/6), pukul 02.15 Wita, diduga kuat karena korsleting listrik di salah satu ruangan.

Hal itu dibenarkan Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Eko Nugrohadi, saat ditemui KPFM di ruang kerjanya, SPN Polda Kaltim, Selasa (6/6) siang.

“Sekitar pukul 02.00 Wita petugas piket mendengar suara percikan arus listrik. Saat didekati, ternyata api sudah menyala. Api sempat dipadamkan dengan APAR, namun api tetap membesar. Akhirnya mereka telefon minta bantuan pemadaman ke Brimob dan Damkar (Pemadam Kebakaran). Api memang cepat membesar,” katanya.

SPN

Kebakaran itu pun menghanguskan 3 ruangan di antaranya Barak F, Smart Class dan Gadik (Tenaga Pendidik). Menurutnya, percikan api tersebut dikarenakan instalasi listrik bangunan yang sudah tua.

“Percikan api atau sumber api berasal dari Barak F, lalu menjalar ke plafon ruang Smart Class dan Gadik. Beruntung di ruang Smart Class dan Gadik, api hanya sampai di plafon. Memang barak itu sudah tua. Itu kan bangunan tahun 1962 dan belum pernah peremajaan instalasi. Barak itu berisikan 50 tempat tidur anggota, dan digunakan siswa kami jika ada pelatihan. Misalnya ada peserta dari luar Balikpapan baru gunakan,” terang Kombes Pol Eko Nugrohadi.

Sementara beberapa arsip dan unit CPU (Central Processing Unit) Komputer di ruang Smart Class dan Gadik berhasil diamankan, saat api menyasar tiga ruangan tersebut. “Arsip-arsip para Gadik berhasil diamankan.

Sementara CPU di ruang Smart Class juga berhasil diamankan. Di ruang itu, ada sekitar 23 unit komputer,” kata Kepala SPN yang akrab disapa Eko itu.

SPN2

Namun demikian, untuk memastikan penyebab kebakaran secara jelas, pihak SPN Kaltim saat ini masih menunggu tim Laboratorium Forensik Polri untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Berdasarkan informasi yang diterima, kerugian dalam insiden tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Lebih lanjut, kata Eko, pihaknya akan mengajukan permohonan renovasi bangunan bekas lalapan api tersebut ke Mabes Polri. “Kami akan ajukan permohonan renovasi terhadap bangunan yang terbakar itu. Permohonan itu juga sekaligus untuk permohonan renovasi bangunan ruang kelas yang terbakar tahun 2013 lalu. Rencananya kami kirim permohonannya hari Kamis ini,” pungkasnya. (ARIYANSYAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *