background img

SEPERTI BALON, ADA 7 TITIK BALAPAN LIAR

3 years ago written by

Balikpapan – Intensitas aksi balapan liar di Kota Minyak selama Ramadhan memang meningkat. Ini tak hanya terjadi di Balikpapan, tapi juga di sejumlah kota di Indonesia. Mereka itu ibaratnya seperti teori balon. “Di pencet disini, gelembung disana,” ujar Kasat Lantas Polres Balikpapan AKP Noordhianto saat hadir di program Rilex on Radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Kamis sore (8/6).

Dipandu duet penyiar Joy dan Adit, AKP Noordhianto menyapa pendengar dengan mengemukakan berbagai persoalan lalu lintas di Balikpapan, termasuk aksi balapan liar yang marak belakangan ini.

Noordhianto sangat tidak sependapat bahwa balapan liar terjadi lantaran tidak adanya sarana untuk menyalurkan andrenaline dan bakat para remaja tersebut. “Apakah bila ada wadah untuk balapan dijamin tak akan ada balapan liar lagi?” tukasnya.

Aksi balapan liar yang mengganggu ini juga terjadi dimana-mana. “Saat Ramadhan intensitasnya tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Balikpapan tak tinggal diam. Terus mengantisipasi dengan cara berpatroli. Baik malam hari, maupun subuh dimana momen balapan liar itu acap terjadi. “Dari pantauan kami ada tujuh titik aksi balapan liar di Balikpapan,” katanya.

Tujuh lokasi yang menjadi pengawasan tersebut, yakni di kawasan Lapangan Merdeka, jalan Letjen Suprapto-Kebun Sayur, jalan A Yani-Gunung Sari, jalan Jenderal Sudirman-Markoni, jalan MT Haryono Dalam-Beje-beje (jalan Asnawi Arbain), jalan Ruhui Rahayu-Dome, dan di seputaran jalan Marsma R Iswahyudi, Gunung Bakaran.

“Kami tidak sendiri, tapi dibantu petugas dari Polsek, Sabhara, dan Ditlantas Polda Kaltim,” ujar Noordhianto.

Dikatakan, pihak Kepolisian dalam mengantisipasi aksi ilegal tersebut cukup tegas. “Kami tilang. Kendaraannya diamankan selama tiga bulan, kemudian bayar denda maksimal Rp3 juta,” paparnya.

Peran orangtua dan masyarakat pun diharapkan. “Sebaiknya saat Ramadhan mereka manfaatkan untuk kegiatan ibadah. Perlu juga ada kontrol dari pihak sekolah, karena aksi itu menyangkut tiga aspek, yakni sosial, agama dan hukum,” ujarnya.

Namun, lanjut AKP Noordhianto, aktivitas balapan liar belakangan mulai menyurut menyusul efektivitas patroli yang dilakukan pihak Kepolisian. “Mereka kucing-kucingan. Diharapkan peran warga untuk mendukung kami mengatasi aksi balapan liar ini, karena selain berbahaya pada mereka sendiri, juga pada orang lain,” tambahnya. (ADIT/KPFM)

Article Categories:
Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *