background img

SELAMA NATARU, SEMUA AKTIVITAS DI BANDARA TURUN

7 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berakhir sudah. Kini warga kembali beraktivitas seperti biasa.

Berakhirnya libur pergantian tahun itu, diikuti pula penutupan posko terpadu Angkutan Udara Nataru di Bandar Udara Internasional (SAMS) Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, yang dibuka sejak 19 Desember 2019.

Puluhan personel gabungan baik dari Otoritas Bandara, TNI-Polri, Dishub, BMKG, Basarnas hingga petugas Bea dan Cukai pun dibubarkan melalui upacara penutupan yang dipimpin langsung oleh GM AP I Balikpapan, Farid Indra Nugraha, Selasa (7/1) pagi di Lobby Keberangkatan.

Farid menilai, selama pembentukan posko terpadu semua pihak dapat bekerjasama dengan baik serta tidak terdapat laporan mengenai hal-hal yang dapat mengganggu maupun membahayakan penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan.

“Kami Angkasa Pura I Balikpapan sebagai pengelola Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pihak yang terlibat dalam pelaksanaan posko ini. Sehingga semuanya dapat berjalan dengan lancar, terjalin koordinasi yang baik antara semua pihak,” kata Farid usai upacara.

Berdasarkan data yang dihimpun dari posko terpadu, lanjut Farid, tercatat arus mudik penumpang terjadi pada tanggal 21 Desember 2019 dengan jumlah penumpang mencapai 10.114 orang. Kemudian puncak arus balik pada tanggal 5 Januari 2020 dengan jumlah penumpang mencapai 10.764.

“Dengan rata-rata harian jumlah penumpang yang dilayani di bandara SAMS Sepinggan sebanyak 15.600 orang,” ujar Farid.

Farid menambahkan, jika dibandingkan dengan posko Nataru tahun 2018/2019 lalu, penumpang yang melalui bandara SAMS Sepinggan Balikpapan mengalami penurunan sebanyak 20,36 persen.

“Ada penurunan. Tahun 2018/2019 itu sebanyak 370.973 orang, sedangkan tahun 2019/2020 sebanyak 295.436 orang. Menunjukkan penurunan 20,36 persen,” ungkapnya.

Sementara pergerakan pesawat udara sebanyak 3.397 pesawat udara pada tahun 2018/2019. Dibandingkan tahun 2019/2020 sebanyak 2.901 sehingga pergerakan pesawat udara menunjukkan penurunan sebesar 14,60 pesen.

“Kemudian muatan kargo tahun 2018/2019 sebanyak 2.826.551 kilogram, dibandingkan tahun 2019/2020 seberat 1.927.341 Kilogram turun hingga 31,81 persen,” ucapnya.

Di samping itu, pencapaian bandara SAMS Sepinggan yang dilayani pada tahun 2019 mengalami penurunan juga dibanding tahun 2018, yakni sebesar 28,1 persen. Dengan total penumpang pada tahun 2019 sebanyak 5.430.849, sedangkan pada tahun 2018 dengan total 7.548.741 penumpang.

“Pesawat udara pada tahun 2019 sebesar 58.860 pergerakan, sedangkan pesawat pada tahun 2018 ada 70.634 pergerakan. Ini menunjukkan penurunan dengan persentase 17,1 persen. Dan jumlah kargo pada tahun 2019 tercatat 44.486.076 kilogram dibanding tahun 2018 sebesar 123.888.482 kilogram, dengan persentase turun 28,2% persen,” tuturnya.

Adapun selama posko terpadu dibentuk, penerbangan divert yang mendarat di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan sejumlah enam penerbangan dan delay sejumlah 243 penerbangan. “Tidak ada incident maupun accident yang terjadi,” imbuhnya.

Farid pun berharap, dengan ditutupnya posko terpadu Nataru sinergi ini dapat terus terjalin baik untuk mengoptimalkan sistem keamanan penerbangan, fasilitas dan personel, serta memastikan kelancaran pelayanan kepada penumpang sesuai standar layanan bandar udara. “Semoga sinergi ini dapat terus terjalin dengan baik,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *