background img

SEDEKAH, POSISI AMAL YANG TINGGI

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Amalan jihad, berbakti kepada orang tua, dan sedekah menempati posisi amalan yang tinggi. Sedekah tidak seperti amalan lainnya yang memiliki waktu terbatas, seperti salat dan puasa. Hal ini disampaikan Ustadz Chahliansyah dalam program Sajadah (Sajian Amal Ibadah) di radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Jumat (15/11). Siaran dengan tema Mengapa Sedekah Menempati Posisi Amal yang Tinggi ini didukung oleh Dompet Dhuafa.

Ustadz Chahliansyah mengatakan, dalam bersedekah, tidak ada batasan kepada siapa sedekah diberikan. Dalam bentuk apa sedekah diberikan, maupun besaran sedekah itu diberikan. “Sedekah akan tertolak bila niat dan caranya bertolak belakang dengan sunnah. Untuk itu, sebaiknya diniatkan karena Allah SWT dan caranya sesuai kaedah tata cara bersedekah ujarnya.

Chahliansyah menyampaikan, ada 7 golongan yang dimuliakan. Salah satunya adalah mereka yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi. Sebaik-baiknya manusia itu adalah yang memiliki manfaat, dari sisi harta. Seperti memberikan infak untuk pembangunan panti asuhan.

“Karena sedekah itu memiliki efek yang sangat besar, maka mereka yang melakukan hal ini akan memiliki posisi yang tinggi. Bila kita memudahkan orang lain, maka Allah SWT akan memudahkan juga urusan kita,” ujarnya.

Dalam tausiah singkatnya Chahliansyah memaparkan, ada tiga amal yang masih berjalan saat kita sudah wafat. Adalah amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh. Sedekah bahkan berpeluang untuk mendapatkan pahala yang unlimited. Begitu juga dengan peluang sedekah yang dilewatkan, berpeluang untuk mendapatkan dosa yang unlimited.

“Saat kita keluar rumah, mendapati seseorang yang membutuhkan bantuan, namun kita abaikan. Padahal kita mampu untuk membantu. Untuk itu minta ampunlah dengan beristighfar bila kita belum mampu untuk membantu orang lain,” imbuhnya.

Menurutnya, hari Jumat dianggap hari raya umat muslim, karena keutamaannya. “Saat ini banyak yang bersedekah pada hari Jumat karena keutamaannya, dengan pahala yang berlipat. Namun alangkah lebih baik jika bersedekah tepat sasaran. Walaupun tidak di hari Jumat, pahala yang didapat bisa setara. Lebih baik lagi bila kita bersedekah pada waktu, dan sasaran yang tepat.  Dan Nabi lebih menyukai sesuatu yang konsisten,” katanya. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *