background img

SATPOL PP KEKURANGAN PERSONEL

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Jumlah anjal (anak jalanan) dan gepeng (gelandangan, pengamen, pengemis) menjamur di Kota Balikpapan di masa pandemi Covid-19.

Kegiatan anjal dan gepeng semakin meresahkan dan membuat pemandangan di sejumlah ruas jalan di Kota Balikpapan semakin meresahkan serta mengancam predikat Kota Balikpapan sebagai kota layak huni dan bebas pekerja anak.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan Zulkifli mengaku pihaknya kesulitan dalam melakukan penertiban anjal dan gepeng di masa pandemi Covid-19.
Hal itu karena sebagian besar personel yang ada banyak ditugaskan untuk mendukung upaya pengawasan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Memang tidak bisa dipungkiri, selama masa pandemi Covid-19, banyak anggota saya tersedot untuk penanganan protokol kesehatan, yang kedua juga kita mengurangi adanya kontak fisik, karena di lapangan itu kalau kita menertibkan memang akan terjadi kontak fisik,” katanya ketika diwawancarai wartawan, baru-baru ini.

Menurutnya, untuk saat ini jumlah personel yang ada di Satpol PP Kota Balikpapan hanya terdapat sebanyak 223 personel. Sehingga dinilai tidak mencukupi untuk penertiban sambil menjalankan tugas mengawasi penerapan protokol kesehatan.
Selain itu, pihaknya juga menghindari adanya kontak fisik yang dapat berpotensi menimbulkan ancaman penyebaran virus Corona.

“Pengalaman sebelum masa pandemi Covid-19, biasanya kami bergerak itu tidak langsung melakukan penertiban secara formal, tapi secara sembunyi-sembunyi. Karena kalau dilakukan secara formal mereka nanti lari duluan. Sedangkan di masa pandemi ini ketika menggunakan APD lengkap dengan seragam, dari jauh mereka sudah lihat mereka sudah lari,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi terus menjamurnya anjal dan gepeng di masa pandemi Covid-19, pihaknya berencana akan berkoordinasi Dinas Sosial untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap anjal dan gepeng yang ada.

“Kita sudah tahu data mereka, karena anjal dan gepeng yang ada orangnya itu-itu saja. Untuk mengatasi hal tersebut, kita akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar melakukan sosialisasi sehingga jumlah gepeng yang ada di kota Balikpapan selama masa pandemi Covid-19 dapat diatasi,” tutupnya.(MAULANA/KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *