background img

SANTUNAN MENINGGAL DUNIA 15,2 MILIAR

3 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Realisasi pembayaran klaim alias santunan PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2019 mengalami penurunan sebesar 11 persen jika dibandingkan tahun 2018 lalu.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Dwi Sasono menyampaikan itu saat Media Gathering bersama sejumlah awak media, Rabu (22/1) pagi di kantor PT Jasa Raharja Balikpapan.

Menurut Dwi, pada tahun 2019 realisasi pembayaran santunan sebesar Rp 24,1 miliar. Sedangkan di tahun 2018 sebesar Rp 27,5 miliar. Hal ini seiring dengan menurunnya jumlah korban. Dari 1.307 korban menjadi 994 korban.

“Ada penurunan. Salah satu faktornya karena beroperasinya Bandara APT Pranoto Samarinda. Membuat arus lalu lintas dari Samarinda sekitarnya ke Balikpapan menjadi berkurang,” kata Dwi.

Berdasarkan jenis pembayaran, lanjut Dwi, meninggal dunia menyerap santunan dalam jumlah lebih banyak, yakni sebesar Rp 15,2 miliar. Kemudian santunan jenis luka-luka sebanyak Rp 8,5 miliar.

“Sedangkan dari sisi usia, 15-29 tahun mendominasi dengan total 343 korban. Disusul usia 45 sampai 64 tahun sebanyak 201 korban dan usia 30 hingga 44 tahun sebanyak 180 korban,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Operasional Masril Hulima menjelaskan, Jasa Raharja merupakan pelaksana jaminan sosial kecelakaan lalu lintas jalan. Program asuransi sosial yang dijalankan meliputi perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi pada penumpang angkutan umum.

“Itu sesuai UU No 33 tahun 1964 dan program perlindungan tanggung jawab kepada pihak ketiga yang berada di luar kendaraan yang menimbulkan kecelakaan, sesuai UU No 34 tahun 1964,” jelasnya.

Selain membayarkan santunan, pihaknya juga memungut sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) dari pemilik kendaraan. Hanya, sepanjang 2019 lalu, himpunan SWDKLLJ mengalami penurunan dari tahun lalu. Ia menduga, perekonomian daerah yang belum membaik mempengaruhi kemampuan masyarakat khususnya pemilik kendaraan.

“Penurunan sumbangan wajib yang kami terima tidak ada hubungannya dengan realisasi pembayaran santunan tahun 2019 yang juga mengalami penurunan. Melainkan murni karena bertambahnya infrastruktur termasuk kesadaran masyarakat untuk berkendara dengan aman,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *