background img

SAMPAH BALIKPAPAN NAIK 115 PERSEN

4 years ago written by

Balikpapan – Balikpapan menjadi salah satu kota percontohan dalam pengelolaan sampah ternyata belum benar-benar bisa diterapkan. Terbukti, volume sampah yang ada di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar setiap tahunnya masih terus meningkat, terutama saat Ramadhan hingga Lebaran Idul Fitri.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Susarno mengatakan, tahun ini jumlah volume sampah meningkat dibandingkan tahun 2016 lalu. “Kenaikan mulai terjadi dari Ramadhan hari pertama hingga hari ke-27, yakni mencapai 15 persen dibanding hari biasa. Sekitar 411 ton per hari. Kemudian menjelang Lebaran Idul Fitri H-3 hingga H-2 naik lagi menjadi 45 persen. Dan kenaikan tertinggi terjadi pada H-1 Lebaran yakni mencapai 115 persen,” bebernya.

Satu hari setelah Lebaran, lanjut Susarno, volume sampah memang mengalami penurunan, tetapi jumlahnya masih tergolong lebih tinggi dibanding awal Ramadhan. “H+1 Lebaran volume sampah masih lebih tinggi 25 persen dibanding hari biasa, sedangkan mulai H+3 hingga sekarang volume sampah masih berkisar di angka 10 persen dibanding hari biasa. Angka kembali normal biasanya di H+10 Lebaran,” ujar Susarno saat diwawancarai KPFM, baru-baru ini.

Dikatakan, meski volume sampah meningkat, selama Ramadhan hingga Lebaran tidak ada penambahan tenaga maupun armada pengangkut sampah.

Susarno berharap, dengan adanya program Material Recycle Facilities (MRF) bisa mengedukasi masyarakat untuk menekan volume sampah yang semakin meningkat mengikuti pertumbuhan penduduk Balikpapan, dan tidak berbanding lurus dengan jumlah armada dan petugas pengangkutan sampah.

MRF merupakan program pemilahan sampah rumah tangga dari sumbernya, dimana Kelurahan Gunung Bahagia menjadi pilot project sejak tahun 2015. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *