background img

SADAR DINI DENGAN PAJAK BERTUTUR

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memiliki program Inklusi Kesadaran Pajak. Program ini kolaborasi DJP dengan Kemendikbud dan Kemenristek Dikti selaku pihak yang membidangi pendidikan. Tujuannya untuk menanamkan kesadaran pajak kepada peserta didik dan tenaga pendidik, melalui integrasi materi kesadaran pajak dalam pendidikan.

Sebagai implementasi dari program ini, DJP menyelenggarakan kegiatan Pajak Bertutur untuk yang ketiga kalinya pada 22 November 2019 lalu. Hal ini dijelaskan dalam program Bincang Pajak radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Rabu (27/11)

“Tahun ini kami mengunjungi kelas 4 SDK Santa Theresia, SMP Pelita Hati dan SMA Patra Darma. Untuk para dosen kami diundang datang ke DJP Kanwil di jalan Ruhui Rahayu,” ujar Fungsional Penilai KPP Pratama Balikpapan Barat Janrika Mutyarani. Saat talkshow siang itu hadir pula Account Representative seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan Anggi Restiana Dewi, serta Pelaksana Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhanan Dzakiy Jiwatama.

Disebutkan, program Pajak Bertutur  kali ini diikuti 71 murid SD, 86 pelajar SMP dari penggabungan kelas 7, 8 dan 9, serta SMA 110 siswa untuk kelas 10.

Pesan yang disampaikan dalam program itu adalah nilai-nilai berbagi dan gotong royong, khusus bagi murid SD. Sedangkan pelajar SMP, tentang pajak sebagai pelaksanaan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Sementara tema untuk siswa SMA adalah, pajak sebagai tulang punggung pembangunan.

“Diharapkan pada tahun 2045 kita akan memiliki generasi emas yang Sadar Pajak. Tema yang diambil tahun ini adalah Guru Baktimu Tiada Tara yang kebetulan berdekatan dengan peringatan Hari Guru,” ujar Janrika.

Dikatakan, persiapan untuk Pajak Bertutur sekitar satu minggu sebelum acara, namun secara tertulis atau surat menyurat sudah dilakukan sebulan sebelumnya. “Dari kegiatan Pajak Bertutur ini, terlihat animo dan antusias para siswa sangat tinggi. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan cukup kritis,” katanya.

Kegiatan yang diadakan DJP tidak hanya Pajak Bertutur. Ada pula program Tax Go To School dan Tax Go To Campus. “Dengan adanya Pajak Bertutur kita berharap image tentang pajak semakin membaik dan kesadaran pajak pada masyarakat semakin tinggi,” harapnya.

Anggi Restiana Dewi menambahkan, pelajar peserta Pajak Bertutur ini saat beranjak dewasa dan memiliki beragam profesi, mereka memiliki peranan untuk bisa juga berkontribusi untuk pembangunan.

Sedangkan harapan Dzakiy Jiwatama, dengan adanya Pajak Bertutur yang dilaksanakan setiap tahun, menjadi benih baik yang sudah ditebar sedini mungkin. “Sehingga saat masuk usia produktif, mereka juga bisa berkontribusi. Untuk sekolah yang ingin mendaftar sebagai tempat yang mendapatkan program Pajak Bertutur, silahkan mendaftarkan pada seksi ekstensifikasi dan penyuluhan,” tambahnya. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *