background img

RATUSAN SEKOLAH BELAJAR DI LUAR KELAS

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Ratusan sekolah yang ada di Kota Balikpapan menggelar kegiatan belajar di luar kelas, Kamis (7/11) pagi. Kegiatan ini untuk memperingati Outdoor Classroom Day (OCDay) atau hari belajar di luar kelas yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

“Ada sekitar 182 sekolah di kota Balikpapan yang mendaftar keikutsertaan dalam kegiatan sehari belajar di luar kelas ini. Sebelumnya mereka daftar secara online ke aplikasi pentas anak yang dibuat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA),” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3AKB) Kota Balikpapan, Yuyun kepada KPFM, Kamis (7/11).

Menurut Yuyun, kegiatan belajar di luar kelas ini salah satunya dimaksudkan sebagai upaya untuk mengampanyekan tentang sekolah ramah anak. “Salah satu tujuannya untuk sekolah ramah anak. Yang golnya adalah sekolah yang bersih, aman, rapi, indah, inklusif, sehat, asri dan ayaman. Dengan yel-yel, anak senang, guru tenang dan orang tua bahagia,” ujarnya.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menuturkan, kegiatan belajar sehari di luar kelas ini bagian dari pembelajaran karakter anak. Dengan membangun kebersamaan di antara anak-anak.

“Jadi anak-anak ini bisa saling mengenal satu sama lain. Dengan begitu karakter itu akan tumbuh,” kata Rizal saat melakukan peninjauan kegiatan belajar di luar kelas di TK Bhayangkari Balikpapan.

Pada kesempatan itu, Rizal juga berpesan agar anak-anak mengurangi bermain gadget. Karena, kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap perkembangan masyarakat, namun juga memberikan dampak negatif khususnya anak-anak.

“Saya berpesan kepada murid-murid agar mengurangi aktivitas bermain gadget dan lebih sering bermain permainan yang ada di luar ruangan. Ya, permainan tradisional lah, seperti lompat tali, engrang hingga membaca dan berdiskusi bersama teman,” pesannya.

Rizal menambahkan, kegiatan belajar di luar kelas ini harus terus dikembangkan. Sebagai upaya pengembangan karakter anak agar tidak terlalu terpengaruh dengan gadget. “Kegiatan belajar tidak perlu hanya dilakukan di dalam kelas, melainkan di mana saja seperti yang dilakukan saat ini,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *