background img

PROGRAM SEJUTA AKSEPTOR LAMPAUI TARGET

4 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan menyebutkan capaian kepesertaan KB untuk tahun 2020 ini sudah melampaui dari yang ditargetkan.

“Untuk pembagian akseptor sudah mencapai 3.675 akseptor. Jumlah tersebut melebihi dari target untuk Kota Balikpapan 2.727 akseptor yang dilayani hari ini, atau sudah mencapai 134,67 persen dari target yang ditentukan oleh BKKBN Provinsi Kaltim,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan Sri Wahyuningsih yang akrab disapa Yuyun ketika diwawancarai wartawan, Senin (29/6).

Rencana capaian akseptor yang akan Kota Balikpapan layani berdasarkan pemetaan data dari penyuluh KB di lapangan sebanyak 3.675 akseptor KB. Ia menjelaskan, pada tahun ini, pihaknya menargetkan jumlah kepesertaan KB dapat mencapai 68 persen dari jumlah pasangan usia subur di Kota Balikpapan yang tercatat mencapai 102 ribu.

“Target kita 68 persen untuk kepesertaan ber-KB. Kalau data kita sampai bulan Mei kemarin pasangan usia subur di kota Balikpapan mencapai 102 ribuan,” jelasnya.Ia menerangkan, dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang ke-27 pada 29 Juni 2020, Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan gerakan sejuta akseptor KB.

“Karena pada fasilitas kesehatan itu kan rentan terpapar Covid-19, mereka takut ke Puskesmas, sehingga BKKBN selalu lembaga yang diberikan kewenangan menyelenggarakan program KB itu,” ujarnya.Menurutnya, melalui gerakan sejuta akseptor tersebut untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa ada penyuluh KB yang siap membagikan pil dan kondom bagi usia pasangan subur. Pembagian pil kondom itu dilakukan secara serentak.

“Gerakan sejuta akseptor KB di seluruh Indonesia dalam rangka untuk membuktikan bahwa di masa pandemi covid-19 ini KB masih ada. Gerakan sejuta akseptor ini kan hari ini saja. Sejuta akseptor itu harus hari ini,” jelasnya.

Menurutnya, upaya masyarakat mengerti bahwa pelayanan KB itu tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan. Tetapi ada juga pelayanan KB yang tidak harus datang ke fasilitas kesehatan, namun peran penyuluh KB kami yaitu melalui pil dan kondom,” ujarnya.

Hanya, ada kriteria bagi pasangan subur yang mendapatkan pil KB. Penyuluh KB yang akan menilainya. Hingga saat ini telah dibagikan 105 pasangan subur, untuk pil KB ulangan sekitar 423 dan untuk ganti cara 134.“Karena pil itu kan ada kriterianya. Kalau misalnya darah tinggi, ya tidak boleh. Yang tahu itu teman-teman penyuluh KB. Kondom itu untuk KB baru, sekitar 105 pasangan usia subur. Kemudian kondom 1.269 untuk KB ulangan dan ganti cara ada 132,” ujarnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *