background img

PROGRAM BEDAH RUMAH TETAP BERLANJUT

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan tetap melanjutkan program penataan kawasan permukiman tanpa kumuh di tengah masa pandemi Covid-19.

Meski dilakukan refocusing untuk membiayai program penanggulangan Covid-19, program penataan kawasan permukiman tanpa kumuh dipastikan tetap berjalan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, I Ketut Astana mengatakan, untuk tahun ini telah menyusun anggaran sebesar Rp40 miliar, namun karena ada kebijakan refocusing anggaran, maka anggaran yang dialokasikan menjadi Rp20 miliar.
“Tahun ini terkena refocusing dari Rp40 miliar menjadi sekitar Rp20 miliar,” katanya ketika diwawancarai wartawan, belum lama ini.

Ia menyebut tidak ada kawasan kumuh di Kota Balikpapan. Pelaksanaan program ini lebih fokus pada program bedah rumah dan pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal.
“Karena telah dilakukan penataan, saat ini pun terus dilakukan penyempurnaan program seperti bedah rumah yang masih berjalan. Termasuk IPAL Komunal itu juga masuk program yang disempurnakan,” ujarnya.

Penataan kawasan permukiman itu dilakukan terhadap 12 dari 34 kelurahan yang ada di Kota Balikpapan. Di antaranya Kelurahan Manggar, Sepinggan, Baru Ulu, Baru Tengah, Baru Ilir, Muara Rapak, Teritip hingga Damai.
Ia menyebutkan, ada beberapa komponen yang menjadi tolak ukur dalam pelaksanaan program ini seperti kondisi rumah, sanitasi, pengelolaan sampah hingga ketersediaan infrastruktur penunjang.

Penataan kawasan kumuh, lanjut Astana, dilakukan melalui pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tingkat kota serta provinsi dan APBN. Dengan skema biaya yang berbeda.

“Kalau luasan di bawah 10 hektare wajib ditangani lewat APBD Kota. Sedangkan 10 hingga 20 hektare itu bantuan keuangan dari APBD provinsi. Terus yang di atas 20 hektare dibantu APBN,” terangnya.

Adapun penataan kawasan kumuh yang dibantu melalui APBN ada di kelurahan Manggar dan Manggar Baru. Termasuk Kampung Warna-Warni Teluk Seribu yang dijadikan destinasi wisata.
“Pemkot menangani kampung atas air. Pemukiman di sana sudah ditata, dibuat gang api, sanitasi juga diatur. Terus disempurnakan,” jelasnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *