background img

PRIHATIN, PEMILIH BALIKPAPAN RENDAH DAN TRANSAKSIONAL

3 years ago written by

Balikpapan – Partisipasi pemilih di Kota Balikpapan dalam Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) masih rendah dan tergolong bersifat transaksional. Ini diungkapkan Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) Balikpapan Noor Thoha saat talk show seputar Rumah Pintar Pemilu di Radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, jalan Jenderal Sudirman, Senin (29/5).

Menurutnya, persentasi pemilih saat Pemilihan Walikota Balikpapan tahun 2011 dan Pemilihan Gubernur Kaltim tahun 2013 hanya mencapai angka 58 persen. “Ini tentu masih tergolong rendah,” katanya. Rendahnya partisipasi pemilih di Kota Balikpapan tersebut kemudian terulang pada Pemilihan Walikota tahun 2015 lalu.

“Pada saat Pemilihan Walikota tahun 2015 juga hanya di angka 60,34 persen. Tentu ini memprihatinkan. Karena 40 persen dari pemilih kita tidak menggunakan hak pilih,” keluhnya.

Hal tersebut, lanjut Noor Thoha, diikuti sikap dan mental pemilih yang bersifat transaksional. Hal itulah yang kemudian membuat cost politic Kota Balikpapan tinggi, karena semua didasarkan pada perilaku transaksional.

“Ini pengaruh adanya gejala money politic, sehingga sifat pemilih banyak yang sudah transaksional. Bahkan di beberapa wilayah ada yang sudah berani memasang spanduk bertuliskan kami menerima serangan fajar,” katanya.

Saat ini, untuk mendongkrak dan meningkatkan partisipasi masyarakat serta menghilangkan budaya transaksional saat Pilkada tersebut, KPU Balikpapan kini menggencarkan sosialisasi kepada pemilih pemula.

“Setiap Senin kami menjadi inspektur upacara bendera di sekolah-sekolah. Di situlah kami sampaikan betapa pentingnya menggunakan hak pilih. Dan itu bagian dari penyadaran serta membangun partisipasi politik pemilih pemula,” katanya. (ARIYANSYAH/KPFM)

Article Categories:
Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *