background img

POLDA KALTIM UNGKAP PENGGELAPAN 25 MILIAR

3 years ago written by

Balikpapan – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim berhasil mengungkap kasus penggelapan dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah yang dilakukan kasir salah satu dealer mobil Samarinda berinisial LN (30).

LN tak sendiri dalam melakukan aksinya. Dibantu suaminya berinisial Jeff (28) dan adik kandungnya yang berisial MDR (28), LN sukses mengeruk uang perusahaan PT Serba Mulia Auto (SMA) dengan total Rp25 miliar, dalam kurun waktu sekitar 2 tahun, mulai pertengahan 2014 silam, hingga akhir tahun 2016 lalu.

Aksi LN itu terendus oleh pihak perusahaan melalui sistem keuangan perusahaan. Dalam sistem tersebut, muncul piutang perusahaan sebesar Rp5,6 miliar. Setelah dilakukan audit internal dan audit eksternal, pihak perusahaan kemudian melaporkan LN ke kantor polisi, pada tanggal 13 Desember 2016 lalu.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin yang ditemui KPFM di Mapolda Kaltim, jalan Syarifuddi Yoes, Jumat (7/7), mengatakan, dari total hasil kerugian tersebut pihaknya berhasil menyita sejumlah uang dan aset berupa mobil dengan total nilai Rp9 miliar.

Masing-masing pelaku memiliki peran. Tersangka LN bertugas memanipulasi data pembayaran mobil di perusahaan. Sedangkan suaminya berpura-pura membeli mobil ke PT SMA, sehingga uang masuk ke perusahaan. Namun LN mengambil kembali uang tersebut dan diserahkan lagi kepada Jeff, suaminya.

“Dengan cara melakukan pemalsuan-pemalsuan dokumen sehingga uang yang masuk dengan uang yang ada tidak dicurigai. Tim auditor perusahaan tidak memonitor. Setelah berlangsung sekian lama baru ada kecurigaan. Modusnya ada selisih uang yang diambil dari perusahaan, kemudian dibelikan mobil-mobil oleh suami dari tersangka. Lalu mobil itu dijual lagi oleh adiknya, sehingga didapatkan sejumlah uang yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kami telah menyita semua yang dibelikan dari uang itu termasuk mobil, tanah dan rumah,” ujar Safaruddin.

Saat ini, ketiga tersangka telah diproses secara hukum oleh pihak kepolisian. Ketiganya disangkakan pasal 374 dan 378 KUHP serta Undang-Undang Nomor 8 Tauun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (ARIYANSYAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *