background img

POLDA KALTIM RINGKUS 2 BANDAR NARKOBA

2 months ago written by

POLDA KALTIM RINGKUS 2 BANDAR NARKOBA

KPFM BALIKPAPAN – Jajaran Subdit III Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) kembali meringkus dua orang bandar narkoba jenis ganja. Kedua bandar tersebut bernama Heru Prasetyo (30) dan Syaid Pebriansyah Asegaf alias Ebi (32).

Mereka merupakan warga Kota Balikpapan. Heru tinggal di Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota. Sedangkan Syaid warga Kelurahan Damai, Balikpapan Kota.

“Mereka kami tangkap di kawasan Jalan Sumber Rejo V, Balikpapan Tengah, pada Sabtu, (16/11), sekira pukul 18.00 Wita,” katanya Direktur Resnarkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Akhmad Shaury didampingi Kasubdit III Dit Resnarkoba Polda Kaltim, AKBP Musliadi Mustapa, Rabu (27/11).

Kronologi penangkapan, Shaury menerangkan, awalnya petugas mengamankan Heru. Di tangan pria kelahiran Balikpapan, 28 Agustus 1989, itu polisi menemukan satu kilogram daun ganja kering yang dikemas dalam plastik dan satu stoples kecil berisi ganja seberat 15 gram bruto.

Usai diamankan, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap Heru. Hasilnya, dari pengakuan tersangka, ia mendapatkan barang haram tersebut dari Syaid.

“Nah, pada hari itu juga petugas langsung mengamankan Syaid di sebuah kafe. Setelah itu mereka kami bawa ke Dit Resnarkoba Polda Kaltim untuk diproses lebih lanjut,” terang Shaury.

Hasil pemeriksaan, lanjut Shaury, kedua tersangka mengaku mendapatkan ganja tersebut dari Medan, Sumatera Utara. Namun, belum diketahui siapa yang mengirimkannya.

“Jadi barang ini dari Medan. Dikirim melalui jasa pengiriman barang atau ekspedisi. Belum diketahui pengirimnya. Polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” ungkapnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, Polda Kaltim tidak bekerja sendiri. Shaury menjelaskan, pihaknya dibantu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan pihak jasa ekspedisi barang.

“Karena ini ada kaitannya dengan lalu lintas barang. Sehingga kami bisa melakukan yang dikenal dengan kontrol delivery, artinya pengiriman yang kami awasi,” jelasnya.

Kini Heru dan Syaid harus menanggung perbuatannya. Mereka dijebloskan ke Rumah Tahanan Mapolda Kaltim. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), subsider Pasal 111 ayat (2), juncto Pasal 132 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *