background img

POLDA KALTIM AMANKAN SABU ASAL MALAYSIA

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Salah pergaulan atau faktor lingkungan yang tidak baik dapat menjerumuskan seseorang dalam lembah negatif. Hal ini dialami oleh pemuda bernama Ponda alias Eki Bukaka (29) yang harus mendekam di balik jeruji besi lantaran terlibat kasus narkotika jenis sabu.

Ia ditangkap oleh Direktorat Resnarkoba Polda Kaltim pada Kamis, 12 September 2019. Dalam kasus ini ia tak sendirian. Diamankan juga tiga kurir lainnya bernama Ridha (26), Salman Mansur alias Salman (30) serta Asdar alias Coda (32).

Kepada awak media, Ponda mengaku jika menjadi kurir narkoba baru pertama kali di lakukan. Hal inipun terjadi karena ia tergiur tawaran uang dengan jumlah cukup besar. “Pertama kali, karena mau dikasih Rp50 juta,” akunya.

Soal sumber barang haram tersebut, pria yang sehari-hari berkerja sebagai kuli bangunan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu menjelaskan kalau dirinya hanya disuruh oleh seseorang dari Kota Samarinda untuk mengambil narkoba di Berau.

“Saya hanya disuruh. Dari Bone itu saya ke sini pakai pesawat buat ambil barangnya di Berau. Terus disuruh antar ke Kota Samarinda,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Resnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Akhmad Shaury mengatakan, ada empat orang yang diringkus jajarannya dalam kasus ini. Pertama kali ditangkap adalah Ponda alias  Eki Bukaka dan Ridha (26). Kemudian disusul Salman Mansur alias Salman (30) serta Asdar alias Coda (32).

“Semua para tersangka ini ditangkap pada Kamis, 12 September 2019. Mereka ditangkap secara terpisah. Ponda dan Ridha di Teluk Bayur, Kabupaten Berau. Sementara Salman dan Asdar di Samarinda,” katanya saat konferensi pers di Mapolda Kaltim, Selasa (17/9).

Dijelaskan Shaury, semua tersangka ini memiliki peran yang berbeda-beda. Seperti, Ponda sebagai pengambil sabu-sabu enam kilogram di Berau. Sedangkan Ridha sebagai sopir yang akan mengantarkan barang haram itu ke Samarinda.

“Sementara Asdar adalah penerima barang haram itu di Samarinda, untuk kemudian diserahkan kepada pemiliknya yang sampai saat ini masih buronan. Di sisi lain, ada Salman bertugas sebagai pengatur komunikasi untuk ketiga tersangka lainnya itu,” jelasnya.

Barang haram ini, lanjut Shaury, didapat sesaat sampai ke Samarinda. Di mana petugas Dit Resnarkoba Polda Kaltim berhasil mencegatnya dalam perjalanan. “Kami amankan enam kilogram sabu-sabu dari tangan Ponda, kemudian dikembangkan ketemu lah ketiga tersangka lainnya itu,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan kepada para tersangka, Shaury menyebut jika sabu-sabu enam kilogram ini berasal dari Tawau, Malaysia. Kemudian diantar oleh seseorang menggunakan kapal ke pesisir di Teluk Bayur.

“Dari pengakuan tersangka, mereka ini hanya terima di pinggiran laut, daerah Berau sana. Siapa yang bawa dari Tawau ke mereka ini, belum diketahui. Dan rencananya akan diedarkan di dua daerah yakni di Samarinda dan Sulawesi,” tuturnya.

Secara rinci Shaury menerangkan jika total ada enam bungkus berisikan sabu-sabu yang berhasil diamankan oleh petugasnya dalam kasus ini. Masing-masing bungkus memiliki berat 1 Kg. Diperkirakannya, semua narkoba ini bernilai hampir Rp 9 miliar dengan mengikuti harga pasaran di Kaltim. “Itu kalau ikut pasarannya di Kaltim, Karena satu bungkusnya sekitar satu setengah miliar,” ucapnya.

Akibat perbuatannya, keempat tersangka harus mendekam di sel Rumah Tahanan (Rutan) Polda Kaltim. Mereka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, Pasal 114 dan 112 ayat (2), tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya minimal 20 tahun,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *