background img

PMI BALIKPAPAN CANGGIH, PUNYA PENDEKTEKSI VIRUS

4 years ago written by

Balikpapan – Palang Merah Indonesia (PMI) Balikpapan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) terus berupaya melakukan inovasi terhadap layanan bagi pendonor darah. Salah satu terobosan yang diambil adalah teknologi uji scanning darah baru dengan sistem Nucletic Acid Testing (NAT) dari Amerika Serikat.

Kepala PMI Balikpapan M Arfan saat ditemui KPFM di ruang kerjanya Jumat (30/9)) mengatakan, alat teknologi canggih ini digunakan untuk mencegah adanya darah terinfeksi penyakit, seperti Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV/AIDS. NAT ini memiliki keunggulan sangat peka dalam memeriksa detail kandungan.

Menurut Arfan, penggunaan alat ini bisa memperpendek waktu untuk mendeteksi virus yang berbahaya di dalam tubuh pendonor. Jika sebelumnya membutuhkan waktu 2 bulan, kini bisa terdeteksi dengan cepat sekitar 5 sampai 7 hari. Menurutnya, jika seseorang mendonorkan darahnya maka laboratorium langsung mengecek darah tersebut untuk mengetahui kemungkinan darah si pendonor terinfeksi penyakit. Setelah itu, apabila diketahui darahnya ada gangguan, maka pihak PMI akan memanggil si pendonor secara pribadi untuk menjelaskan kondisi darahnya. “Kami akan panggil pendonor memberitahu kalau dalam darahnya terkandung infeksi berbahaya dan tidak layak untuk didonorkan,” pungkasnya.

Belum semua PMI mempunyai NAT, hanya baru ada di beberapan kota, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Semarang, Bali dan Balikpapan. (FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *