background img

Petani Sayur Lokal Merugi

4 years ago written by

Balikpapan – Kepala Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Balikpapan Yosmianto membenarkan melonjaknya harga sayuran di Balikpapan disebabkan curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir. Beliau mengatakan, bila hujan tanaman sayuran seperti bayam akan mati, karena tanahnya naik ke daun. Secara otomatis petani lokal gagal panen dan akan mengalami kerugian. Akibatnya, harga jual menjadi tinggi karena jumlah produksi yang tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Selain itu, genangan air yang disebabkan hujan juga membuat sayuran seperti sawi, bayam, kangkung terendam.
Menurutnya, faktor cuaca ini tak bisa dihindari. Meskipun Balikpapan sudah melakukan swasembada. Yosmianto mengungkapkan, untuk swasembada sayur, Balikpapan hanya bisa melakukannya untuk sayuran dataran rendah, seperti sawi, bayam, kangkung dan kacang panjang. Termasuk tanaman palawija. Sedangkan untuk sayuran dataran tinggi, seperti wortel, kentang, dan kol belum bisa memenuhi skala produksi. Jadi komoditas ini harus didatangkan dari luar Balikpapan. Sekira 98 persen kebutuhan sayur Balikpapan dipasok dari luar, seperti Surabaya dan Makassar. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *